"Adriel, tolong ambilkan tas perlengkapan bayi yang ada di atas sofa," pinta Aira dari arah boks bayi.Adriel memutar tubuh, meraih tas selempang kulit, lalu melangkah lebar menghampiri istrinya. Di sana, Aira sedang merapikan bedong yang membungkus tubuh gembil putri kecil mereka."Kamu yakin tidak ada yang tertinggal, Sayang? Botol susu, tisu basah, pakaian ganti?" tanya Adriel.Aira terkekeh pelan. "Semuanya sudah masuk, Sir V. Ini hanya kunjungan ke rumah Kakek Guntur, bukan perjalanan bisnis ke Swiss. Kenapa kamu yang tegang?""Aku tidak tegang, Aira," bantah Adriel. "Aku hanya memastikan semua keperluan EJ aman.""Bilang saja kalau kamu tidak sabar memamerkan panggilan barumu untuk putri kita kepada Kakek," goda Aira sembari mengangkat tubuh mungil sang bayi.Adriel menatap sepasang mata bulat milik putrinya yang sedang berkedip-kedip polos. "Halo, EJ. Pagi ini kita akan pergi menemui kakek buyutmu. Kamu harus menjadi anak yang pintar di sana.""EJ... panggilan itu benar-benar t
Baca selengkapnya