Dimitri masih berdiri tegap di hadapan Aira. Senyuman tipisnya terlihat sangat bersahaja. Setelah beberapa saat hening, pemuda blasteran itu menundukkan kepalanya.”Kalau begitu, say rasa tugas saya di sini sudah selesai, Bu Aira,” ucap Dimitri. “Urusan administrasi saya di wilayah ini juga sudah rampung. Saya pamit undur diri terlebih dahulu.”Aira mengangguk ramah, balas tersenyum. “Iya, terima kasih banyak Dimitri. Bantuan kamu sore ini benar-benar meringankan tugas kami. Hati-hati di jalan.””Sama-sama, Bu Aira. Sampai jumpa lagi di lain kesempatan,” balas Dimitri sopan. Begitu siluet tubuh Dimitri menghilang di balik kemudi mobil sedan hitamnya, Serafina langsung melangkah maju. Ia berdiri di samping Aira, sedikit condong ke depan.”Maaf, Nyonya Aira,” bisik Serafina. Aira menoleh sedikit, sesekali membalas senyuman pengurus panti yang menyapanya. “Ada apa, Sera?””Saya merasa ada yang tidak beres dengan pemuda itu. Apa saya perlu mengecek latar belakangnya?”Aira mengernyitkan
閱讀更多