Napas Valerie tertahan sewaktu menyaksikan pemandangan di hadapannya. Ia melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana tubuh Aira yang hampir menghantam lantai granit ditangkap dengan begitu sigap oleh lengan Dimitri. Jemari pria muda itu mencengkeram pinggang Aira dengan erat, menahan bobot tubuhnya dalam jarak yang teramat dekat."Sialan..." bisik Valerie pelan, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum cemooh. "Lihat siapa yang sedang berakting menjadi wanita suci di kampus ini."Dengan gerakan yang sangat cepat, Valerie merogoh tas tangannya, mengeluarkan ponsel. Ia menyembunyikan sebagian tubuhnya di balik pilar, lalu mengarahkan kamera ponsel beresolusi tinggi itu persis ke arah Aira dan Dimitri."Sempurna..." gumam Valerie puas, matanya berbinar menyaksikan deretan foto di layar ponselnya. "Benar-benar sudut gambar yang sangat sempurna!"Ia terus mengawasi saat Dimitri membantu Aira berdiri tegak. Kamera ponselnya terus merekam setiap gestur kebersamaan mereka.Valerie menyan
Read more