"Kamu mengerti kan, Aira?" ulang Adriel pelan. "Tolong berjanji padaku untuk menjauhi pria itu."Aira menunduk. Di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, rasa ragu masih bergejolak hebat. Bagaimana bisa orang sesopan Dimitri punya niat jahat? batin Aira bingung. Mungkinkah informasi dari Marcus ada yang keliru?Namun, saat Aira kembali mengangkat wajah dan melihat raut kecemasan di wajah suaminya, Aira tak berani membantah. Ada rasa takut melukai perasaan Adriel, atau lebih buruk lagi, memancing amarah pria itu jika ia bersikap keras kepala.Aira menghela napas, mengulas senyum kecil."Iya, Sayang... aku mengerti," tukas Aira, menganggukkan kepalanya pelan. "Aku akan menjaga jarak dari Dimitri."Raut kaku di wajah Adriel seketika melunak. Pria itu tersenyum lega, mengecup kening Aira."Istriku pintar," puji Adriel, mengusap lembut puncak kepala Aira. "Aku melakukan semua ini semata-mata karena aku tidak ingin ada satu pun bahaya yang menyentuhmu, Aira.""Aku tahu," sahut Aira pelan,
Read more