Bisikan Rey seperti percikan api kecil. Namun percikan itu menyebar cepat.Dalam waktu kurang dari satu minggu, suasana Blok Tujuh telah benar-benar berubah.Jika dulu lorong-lorong dipenuhi tatapan liar dan persaingan brutal, kini setiap langkah Alex selalu diiringi kepala yang menunduk.Bukan karena takut. Tapi karena hormat. Para narapidana mulai menyisihkan jatah terbaik mereka. Awalnya hanya makanan hangat. Lalu daging panggang terbaik dari dapur pusat.Lalu tak lama, beberapa peti kayu berisi minuman. Tanpa diminta. Bahkan tanpa keinginan Alex itu sendiri.Setiap pagi, di depan ruang besi Alex, selalu ada sesuatu yang baru. Suatu hari datang peti berukir lambang keluarga bangsawan utara.Di dalamnya: wine merah berusia lima puluh tahun.Keesokan harinya, keluarga lain mengirim teh roh kelas tinggi.Hari berikutnya lagi, rempah langka untuk memperkuat sirkulasi Qi.Rey yang bertugas mencatat kiriman hanya bisa menghela napas panjang setiap sore.“Ini penjara… atau kediaman bangsa
Last Updated : 2026-02-13 Read more