Ruangan VIP itu seketika sunyi. Bahkan suara AC yang berhembus pelan terasa jauh lebih jelas dibanding sebelumnya.Candra seketika menundukkan kepala sedikit, berusaha mencerna maksud di balik kata-kata tuannya.Berbeda dengan Lori yang justru tersenyum samar. Ia sudah terbiasa dengan gaya permainan Alex. Bukan menghancurkan secara frontal.Melainkan membangun ilusi kemenangan, lalu meruntuhkannya dalam satu gerakan. Sama dengan apa yang Alex lakukan terhadapnya ketika berada dipenjara Naga..Clara menatap Alex beberapa detik. Tatapannya tenang, namun jelas berpikir dalam.“Jadi… kau ingin menaikkan ekspektasi mereka terlebih dahulu,” ucapnya pelan.Alex tidak langsung menjawab. Ia berjalan menuju sofa ruang tamu, lalu duduk dengan santai. Posturnya rileks, seolah yang dibicarakan hanyalah rencana bisnis biasa, bukan kejatuhan salah satu keluarga besar provinsi.“Kepercayaan diri yang terlalu tinggi,” ujarnya tenang, “adalah racun paling efektif.”Lori menyilangkan tangan, bersandar
Read more