Sementara itu di Milaidhoo Island, sebuah villa mewah yang terletak di Atol Bae, sebelah Barat Laut Malé, Maladewa, Elowyn duduk di depan meja rias. Kaki telanjangnya berayun-ayun menyentuh lantai dengan rambutnya yang masih sedikit basah. Sementara di belakangnya, ada seorang pria yang tengah mengeringkan rambutnya menggunakan hairdryer.“Sudah kukatakan, kita butuh waktu lebih dari sebulan disini,” ucap Duke sambil menyeringai. “Bukankah Kakek menginginkan cicit?”Elowyn menautkan alisnya, jelas ia paham apa maksud Duke. Tapi melihat wajah lempeng Elowyn, Duke kembali melanjutkan. “Aku sebenarnya tidak peduli ada atau tidaknya anak, yang penting kau selalu disisiku. Tapi bagaimana ya … ini permintaan Kakek, anggap saja wasiat terakhir.”“Astaga, bicaramu Duke!” Elowyn menoleh menetap Duke tidak suka. Bisa-bisanya ia bicara seperti mengharapkan kakeknya mati. “Ha ha, aku bercanda.” Tawa Duke, meletakan hairdryer di atas meja lalu memeluk Elowyn dari belakang. "Tapi aku serius kalau
Última actualización : 2026-01-14 Leer más