"Ya ya tentu," ucap Tuan Tanu. "Lagipula, itu hakmu. Mana mungkin ada yang boleh ikut campur?" Syukurlah! Tidak peduli apakah Tuan Tanu serius bersemangat atau hanya sekadar mencari simpati Nyonya Merlin, setidaknya, dia sudah menunjukkan bagaimana sikapnya.Tuan Tanu lalu beralih padaku. "Aku juga Bara, mulai hari ini, panggil aku..." Tuan Tanu seraya mengacung-acungkan telunjuknya, ekspresi sedang berpikir. "... panggil aku... Om, Om saja, Om Tanu, itu lebih baik, biar ada kesan aku lebih muda dari usiaku yang sudah melapuk ini." Kemudian tertawa-tawa sendiri juga.Suasananya semakin hangat lagi mencair. Tapi kemudian, tiba-tiba aku sadar akan satu hal. Ternyata, hanya Merlin dan Tanu yang benar-benar asik sendiri. Sedangkan yang lainnya, di luar Abraham, pada momen ini, memang tidak terlihat susah hati, tapi mereka tidak juga terlihat gembira."Oke, baik," ucap Tanu lagi, "sebelum kita memulai sarapannya, apakah ini artinya kita sudah mendapatkan kesepakatan bersama tentang jabata
Last Updated : 2026-02-24 Read more