Bab 35Mobil memasuki gang sempit yang nyaris tak pernah Liam injak sepanjang hidupnya. Jalanan mengecil, aspalnya retak di sana-sini, dipagari bangunan tua yang saling berhimpitan seperti enggan memberi ruang. Udara terasa berat, bercampur debu dan aroma lembap. Ini bukan dunia Liam—bukan lingkungan yang biasa ia pijak, apalagi tinggali.Bill turun lebih dulu, sepatunya menginjak tanah dengan suara lirih. Ia membuka pintu mobil, memberi jalan. Tak lama kemudian, Liam keluar, lalu membungkuk sedikit, menggendong Sabrina dengan hati-hati seolah tubuh itu jauh lebih rapuh daripada yang terlihat.“Kamu yakin ini tempatnya?” tanya Liam dengan nada menahan, rahangnya mengeras. Matanya menyapu sekitar—lampu redup, tembok kusam, dan lorong sempit yang tampak tak ramah.Bill mengangguk mantap. “Ya, Tuan. Nona Sabrina tinggal di sini tiga hari ini.”Di dalam pelukannya, Sabrina sedikit menggeliat. Lengannya terangkat, refleks merangkul leher Liam.“Kamu menggendongku lagi, ya?” Sabrina terkeke
Last Updated : 2026-01-23 Read more