Bab 46Sabrina terbaring di atas ranjang hotel yang rapi, kini tak lebih dari sosok ringkih yang kalah oleh tubuhnya sendiri. Dress yang dikenakannya kusut, ternodai, dan menguarkan bau menyengat alkohol bercampur asam yang membuat dada terasa pengap. Napasnya tidak teratur, bibirnya sedikit terbuka, dan matanya terpejam rapat—seakan dunia nyata mengikutinya ke alam mimpi.Liam masih berdiri beberapa langkah dari ranjang.Tatapannya jatuh ke lantai.Tumpahan muntahan Sabrina mengotori permukaan keramik mengilap, terciprat ke berbagai arah. Bau itu masih menggantung di udara, menusuk indra penciuman. Kemeja Liam—yang beberapa menit lalu masih menempel di tubuhnya—tergeletak di sana, terlipat setengah hati, ikut menjadi korban malam yang berantakan ini.Ia mengusap wajahnya dengan telapak tangan, menghela napas panjang.Belum sempat pikirannya mereda, ketukan terdengar di pintu.Tak lama, dua staf housekeeping masuk dengan gerakan cekatan. Mereka membawa ember, kain pel, cairan pembersi
Last Updated : 2026-01-27 Read more