"Bu!" Martin mengerutkan alisnya.Pada saat itu, si wanita tua menatap Kelvin sambil bertanya, "Kamu ... cucunya Tristan?"Kelvin membalas sembari mengangguk, "Kamu kenal kakekku?"Wanita tua itu menarik napas panjang, lalu menjawab sambil mengangguk, "Ya."Saat ini, dia terlihat sedikit emosional. Tangannya yang memegang tasbih bahkan sampai bergetar halus. Wanita tua itu tiba-tiba berbalik, menatap Liana dan Martin, lalu menyapu pandangan ke semua orang di ruangan sembari berucap, "Aku menyetujui pernikahan ini!""Hah?" Semua orang langsung terpana.Martin merespons sambil mengernyit, "Bu, kamu sudah pikun ya? Kenapa ...."Akan tetapi, wanita tua itu tidak menjelaskan apa-apa. Dia berdiri, lalu langsung meraih tangan Kelvin sambil bertanya, "Apa kamu ... bisa menyelamatkan suamiku?""Bu, apa yang kamu pikirkan? Penyakit ayah sudah diperiksa oleh banyak dokter terkenal di Kota Yanir, termasuk Arya si Dewa Pengobatan, tapi semuanya nggak punya solusi. Dia ini cuma dokter keliling dari
Baca selengkapnya