로그인Mendengar perkataannya, Kelvin sedikit mengernyit. Dia sebenarnya tidak ingin memperbesar konflik supaya tidak menimbulkan masalah yang tidak perlu. Dia membalas sambil menggeleng, "Berapa jumlahnya? Aku bantu mereka bayar saja.""Nggak sok hebat lagi?" Orang itu memaki, "Yang paling aku benci adalah pendatang seperti kalian! Sialan! Kalian datang ke Kota Yanir cuma mencemari udara!"Kelvin menahan amarah di dalam hatinya."Sebulan tiga juta, bayar tiga bulan sekali. Total sembilan juta!" kata orang itu dengan nada tidak sabar.Kelvin sedikit mengernyit. Dia tidak menyangka bahwa tempat sekumuh ini pun biaya sewanya bisa sampai tiga juta per bulan. Kota Yanir memang benar-benar mahal, setiap jengkal tanahnya bernilai tinggi.Tentu saja, peluang di tempat ini juga jauh lebih banyak dibanding kota-kota lain."Cepat bayar! Jangan bertele-tele. Waktuku mahal!" maki orang itu.Pada saat itu, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki.Kelvin menoleh ke arah suara itu. Tak lama kemudian, dia mel
Tanpa terasa, Kelvin sudah sibuk sampai sore hari.Kelvin tidak melanjutkan mengetuk pintu lagi. Dia berencana mulai besok menyewa sebuah rumah kecil di sini dan membuka klinik. Hari ini, dia sudah mengobati cukup banyak orang dan hasilnya terlihat cukup jelas. Jika kabar tentang pengobatan gratisnya menyebar, orang-orang di sini kemungkinan akan datang sendiri ke tempatnya.Kelvin menelepon Niveria dan mengabari bahwa hari ini dia tidak pulang. Dia meminta Niveria untuk tetap menginap di rumah orang tuanya satu hari lagi. Setelah itu, dia pun kembali ke rumah Andriyan.Kelvin juga menerima kabar dari pihak pengelola Kompleks Zenada bahwa kira-kira butuh satu hari lagi untuk mengembalikan vila mereka seperti semula.Kelvin harus mengakui bahwa efisiensi Kompleks Zenada memang luar biasa.Setelah makan malam, Kelvin keluar bersama Andriyan. Mereka hendak menghadiri pertemuan kultivator minggu ini.Keduanya berjalan menuju luar gang. Baru beberapa langkah, Kelvin dan Andriyan melihat di
Kelvin pergi ke toko obat tradisional di dekat sana dan membeli cukup banyak bahan obat. Di tempat yang sepi, dia menyimpannya ke dalam cincin penyimpanan miliknya, lalu kembali ke gang tempat Andriyan tinggal.Kelvin berniat memeriksa kondisi kesehatan orang-orang di sana.Tentu saja, sebagian besar orang sudah keluar. Mereka harus bekerja dan punya urusan masing-masing.Yang tersisa biasanya adalah mereka yang sedang tidak ada pekerjaan atau mungkin para lansia dan anak-anak.Kelvin berjalan ke rumah pertama di dalam gang itu dan mengetuk pintu.Tak lama kemudian, pintu terbuka. Seorang wanita muda menggendong seorang anak berdiri di ambang pintu. Dia menatap Kelvin sambil mengernyit, lalu bertanya, "Maaf, kamu siapa?"Kelvin membalas sambil tersenyum, "Aku seorang dokter keliling. Aku ingin bertanya, apakah di rumah ini ada yang sakit? Kalau ada yang nggak enak badan, aku bisa bantu periksa."Wanita muda itu menolak sambil mengernyit, "Kalau sakit, kami akan pergi ke klinik atau rum
"Kelanjutan ceritanya kalian juga sudah tahu." Andriyan melanjutkan, "Aku diusir dari Keluarga Barus. Saat pergi, aku sempat minta Ferlin buat bantu jaga dia.""Tapi hari ini, setelah bertemu dengan Ferlin dan Kesya, aku baru tahu bahwa setelah aku pergi, Arvin ternyata nggak berhenti sampai di situ," lanjut Andriyan. "Seumur hidupnya dia belum pernah dipukul seperti itu. Dia pakai koneksi keluarganya buat usir ayah Kesya dari rumah sakit!""Selain itu karena aku berkelahi dengan Arvin gara-gara seorang LC, kabarnya menyebar ke seluruh Kota Yanir. Fakta bahwa Kesya bekerja di KTV juga ikut terbongkar." Andriyan menambahkan, "Ayahnya nggak mendapatkan perawatan dan akhirnya meninggal dunia.""Setelah mengalami dua pukulan sekaligus, kematian suaminya dan anaknya bekerja sebagai LC di KTV, ibu Kesya nggak sanggup menanggungnya. Dia lalu memilih bunuh diri dengan melompat dari gedung." Andriyan menghela napas panjang sebelum melanjutkan, "Hari ini aku pergi mencarinya untuk bicara, tapi d
Andriyan tidak menyangkal. Dia membalas sambil mengangguk, "Ya, tempat seperti itu."Kelvin sontak mengernyit. Dia bertanya, "Kamu dan Kesya, jangan-jangan kenalnya di sana?"Andriyan menjawab sembari mengangguk, "Dengar dulu ceritaku."Keduanya kembali menatap Andriyan!"Itu pertama kalinya aku pergi ke tempat seperti itu." Andriyan memberi tahu, "Jujur saja, aku cukup ganteng, ditambah latar belakang keluargaku dulu juga bagus. Sejak dulu, ada banyak wanita yang mendekatiku. Bahkan di antara mereka, banyak yang dianggap cantik bak dewi oleh orang lain. Tapi entah kenapa, aku sama sekali nggak tertarik pada mereka.""Sialan," maki Kelvin. Dia merasa Andriyan sudah terlalu pamer.Andriyan melanjutkan, "Tapi waktu itu ... aku langsung tertarik pada Kesya. Di tempat seperti itu, aku justru bertemu seorang wanita dengan tatapan yang sangat bersih. Kedengarannya memang aneh.""Waktu itu pertama kalinya Kesya bekerja di sana. Dia baru 18 tahun. Cantik dan punya aura yang sangat polos." Andr
Kelvin melambaikan tangannya sambil berkata, "Kalau begitu aman. Kamu fokus saja belajar dan berlatih. Soal uang dan Pil Pemulih Yuan, aku yang tanggung. Nanti saat kamu mau menerobos, Pil Pemeliharaan Spiritual juga bisa aku sediakan!"Mendengar janji itu, Usnandi hampir menangis lagi karena terharu.Kelvin langsung merasa tidak tahan dan cepat-cepat menghentikannya.Saat itu, ibu Andriyan membawa beberapa camilan malam.Walaupun kondisi hidup mereka tidak terlalu baik, Andriyan sendiri tidak kekurangan uang. Jadi, soal makan dan minum tetap cukup layak.Mereka pun duduk, lalu Kelvin membantu mengobati luka Andriyan. Lukanya cukup parah. Hanya dengan satu serangan, wanita tua itu sudah melukai organ dalamnya dengan serius.Niveria mengenal orang tua Andriyan, jadi dia pergi mengobrol dengan ibunya. Sementara itu, Regina tidak masuk ke dalam.Di halaman, hanya tersisa Kelvin, Andriyan, dan Usnandi yang duduk berhadapan.Kelvin melihat sekeliling, lalu bertanya, "Eh, pacar sama adikmu m
"Sebelum kamu dibunuh, kamu akan dibuat pingsan dulu. Setelah itu, akan ada orang yang membantu agar kamu dan Tia berhubungan." Usai berkata demikian, tatapan Charles perlahan menjadi dingin. Dia melanjutkan, "Aku sebenarnya nggak mau bertindak sampai sejauh ini. Tapi Nak, kamu benar-benar nggak tah
Ekspresi Charles sedikit bergetar."Kalau dibandingkan dengan Niveria, Shintia itu kalah dalam segalanya. Dari penampilan, bentuk tubuh, latar belakang keluarga, pembawaan diri, sampai kepribadiannya, nggak ada satu pun hal darinya yang bisa menyaingi Niveria." Kelvin melanjutkan, "Kalau bukan karen
Di vila Keluarga Limanta.Tepatnya di depan vila, sebuah mobil berhenti mendadak dengan kecepatan tinggi.Dari kursi belakang, Daniel turun dengan tergesa-gesa, lalu langsung berlari masuk ke vila. Raut wajahnya dipenuhi kepanikan dan kegelisahan.Begitu masuk, pembantu yang sedang membersihkan vila
Kelvin menyimpan kembali kantong jarumnya, lalu keluar dari kamar mandi.Begitu melihatnya keluar, Charles langsung berbicara sambil tersenyum ramah, "Kelvin, silakan duduk."Kelvin tersenyum tipis, lalu berkata, "Um ... gimana kalau aku langsung naik saja untuk mengobati Shintia dulu? Sejujurnya, s







