Share

Bab 376

Author: Jimmy Nugroho
Zavier dan Niveria sama-sama terdiam sejenak.

Sambil berbicara, mereka juga sudah sampai di depan sebuah gedung. Gedung ini tampaknya adalah tempat tinggal para lansia di dalam sanatorium. Seluruh bangunannya terlihat sangat mewah.

Kelvin bahkan sulit percaya bahwa ini adalah sanatorium. Bangunannya lebih mirip apartemen hunian, bahkan semuanya berupa unit seluas satu lantai.

Mereka naik lift hingga lantai sembilan, lalu berjalan menuju sebuah pintu kamar.

Baru saja mendekat, Kelvin melihat ada
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 376

    Zavier dan Niveria sama-sama terdiam sejenak.Sambil berbicara, mereka juga sudah sampai di depan sebuah gedung. Gedung ini tampaknya adalah tempat tinggal para lansia di dalam sanatorium. Seluruh bangunannya terlihat sangat mewah.Kelvin bahkan sulit percaya bahwa ini adalah sanatorium. Bangunannya lebih mirip apartemen hunian, bahkan semuanya berupa unit seluas satu lantai.Mereka naik lift hingga lantai sembilan, lalu berjalan menuju sebuah pintu kamar.Baru saja mendekat, Kelvin melihat ada dua pria dan satu wanita berdiri di depan pintu. Wajah ketiganya terlihat agak pahit dan tidak berdaya.Pada saat yang sama, dari dalam kamar terdengar suara seseorang."Hei, kamu iblis! Cepat datang dan terima ajalmu!""Aku adalah Dewa Penakluk Iblis! Apa kalian pernah mendengar namaku?"....Mendengar suara dari dalam, Kelvin bertanya sambil mengernyit, "Kalian yakin ... kakek kalian ini cuma demensia?"Demensia tidak seperti ini. Ini sudah seperti gangguan kejiwaan.Zavier berkata dengan cang

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 375

    Kelvin mengangguk.Andriyan tadi sempat menyebut bahwa dirinya punya masalah dengan Arvin. Kebetulan, Kelvin juga punya konflik dengan Arvin. Kalau begitu, mereka justru bisa bekerja sama.Namun, Zavier segera menarik Kelvin dan Niveria, lalu mengajak mereka masuk ke dalam sanatorium.Andriyan tidak terlalu memikirkannya. Dia mulai mengikuti petugas sanatorium untuk mengisi data.Kelvin dan dua orang lainnya pun masuk ke dalam. Zavier dan Niveria sudah sangat familier dengan tempat ini, jadi mereka langsung berjalan menuju tempat tinggal kakek mereka."Sebenarnya, gimana kamu bisa kenal sama Andriyan?" tanya Niveria lagi sambil mengerutkan alis.Kelvin menjawab santai, "Ya seperti yang tadi aku bilang. Selain itu waktu di Kota Lamur, kami sempat bekerja sama. Memangnya kenapa?"Niveria berujar sambil menggeleng, "Ke depannya, sebaiknya kamu jaga jarak dari dia. Kalau nggak, kamu bisa kena banyak masalah.""Kenapa?" tanya Kelvin."Andriyan itu sebenarnya berasal dari Keluarga Barus. Tap

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 374

    Mereka berjalan menuju pintu masuk. Petugas penjaga melakukan pemeriksaan yang sangat detail, termasuk menanyakan identitas keluarga pasien yang akan dijenguk dan berbagai informasi lainnya.Terlihat jelas bahwa sistem keamanan di tempat ini sangat ketat.Bagaimanapun, orang-orang yang tinggal di sini, entah mereka sendiri orang kaya atau anak-anak mereka adalah orang kaya. Kondisi seperti ini memang sangat mudah menarik perhatian orang-orang nekat.Saat mereka masih mengisi data, tiba-tiba terdengar suara seseorang. "Kelvin?"Kelvin dan yang lainnya menoleh. Kemudian, Kelvin langsung melihat sosok yang dikenalnya.Di saat yang sama, wajah Niveria dan Zavier menunjukkan ekspresi terkejut. Zavier bahkan bertanya dengan heran, "Andriyan? Kenapa kamu kembali ke Kota Yanir? Lho, kamu berani banget kembali ke sini."Andriyan pernah menyebutkan bahwa dirinya berasal dari Keluarga Barus, salah satu dari enam keluarga besar di Kota Yanir.Enam keluarga besar di Kota Yanir adalah keluarga-kelua

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 373

    Saat Kelvin dan yang lain hendak naik mobil untuk pergi, Deven tiba-tiba berucap, "Nona, a ... apa aku boleh cuti? Aku mau pulang untuk menemani keluargaku."Niveria berbicara sambil mengangguk, "Maaf, Paman Deven. Hari ini ada terlalu banyak masalah sampai aku lupa soal ini. Tentu saja boleh. Aku kasih kamu cuti tiga hari. Gunakan waktu itu untuk menemani bibi dan anakmu dengan baik."Deven langsung terlihat sangat senang. Dia berkata, "Makasih banyak. Tiga hari lagi, aku pasti akan kembali tepat waktu."Deven pun pergi lebih dulu, sementara Kelvin dan dua orang lainnya naik ke mobil.Mengenai perkataan nenek Niveria tadi, Kelvin tidak terlalu memikirkannya. Dia tidak peduli bagaimana Keluarga Sunardi memandangnya. Selama Niveria mau bersamanya, dia tentu tidak akan mengecewakan wanita tersebut.Setelah naik ke mobil, Zavier menelan ludah sebelum berkata, "Mulut Bibi Liana memang sangat menyebalkan. Untung saja kamu ungkit kakekmu. Tapi dari ucapan nenek tadi, sebenarnya kakekmu itu s

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 372

    "Bu!" Martin mengerutkan alisnya.Pada saat itu, si wanita tua menatap Kelvin sambil bertanya, "Kamu ... cucunya Tristan?"Kelvin membalas sembari mengangguk, "Kamu kenal kakekku?"Wanita tua itu menarik napas panjang, lalu menjawab sambil mengangguk, "Ya."Saat ini, dia terlihat sedikit emosional. Tangannya yang memegang tasbih bahkan sampai bergetar halus. Wanita tua itu tiba-tiba berbalik, menatap Liana dan Martin, lalu menyapu pandangan ke semua orang di ruangan sembari berucap, "Aku menyetujui pernikahan ini!""Hah?" Semua orang langsung terpana.Martin merespons sambil mengernyit, "Bu, kamu sudah pikun ya? Kenapa ...."Akan tetapi, wanita tua itu tidak menjelaskan apa-apa. Dia berdiri, lalu langsung meraih tangan Kelvin sambil bertanya, "Apa kamu ... bisa menyelamatkan suamiku?""Bu, apa yang kamu pikirkan? Penyakit ayah sudah diperiksa oleh banyak dokter terkenal di Kota Yanir, termasuk Arya si Dewa Pengobatan, tapi semuanya nggak punya solusi. Dia ini cuma dokter keliling dari

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 371

    Momen setelah kata-kata Kelvin selesai terdengar, seluruh orang di dalam ruangan langsung terdiam.Liana menatap Kelvin dengan ekspresi terkejut. Dia jelas tidak menyangka, orang kampungan di hadapannya ini berani berbicara seperti itu kepadanya.Aaron tidak pernah memberi tahu keluarga di Kota Yanir bahwa Kelvin memiliki uang tunai sebesar 60 triliun, maupun bahwa Niveria sudah mengakuisisi beberapa perusahaan.Pemahaman mereka tentang Kelvin hanya berdasarkan hasil penyelidikan sebelumnya oleh Yanuar dan Keluarga Sunardi. Dari yang mereka ketahui, Kelvin hanyalah orang desa biasa. Tidak ada yang istimewa dari pria itu.Liana memang memandang rendah orang seperti itu."Apa katamu?" Mata Liana langsung menyipit. Dia bertanya, "Beraninya kamu bicara seperti itu padaku?"Hanya saja, Kelvin tidak gentar oleh sikapnya. Dia hanya melirik Liana dengan tenang. Awalnya, dia ingin membalas dengan beberapa kata lagi. Namun karena teringat bahwa mereka adalah paman dan bibi Niveria secara hubunga

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 72

    Mana mungkin Daniel bisa tahu bahwa Kelvin sanggup menggerakkan Albus?Tangan Daniel yang memegang gelas anggur bahkan sampai bergetar pelan.Seandainya sejak awal ketika Kelvin datang ke Kota Yanir, mereka memperlakukan pria itu dengan baik.Seandainya Kelvin dan Shintia benar-benar menjalankan per

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 62

    Sedangkan yang satunya ....Kelvin berpikir, jika punya dua anak dan salah satunya seperti Jayden, dia pasti akan mematahkan kakinya.Namun, ini urusan keluarga orang lain. Dia juga malas ikut campur dalam perang internal keluarga elite.Wajah Victor tampak muram. Dia mengkritik, "Ayah, Jayden justr

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 61

    Mendengar itu, ekspresi Victor langsung cerah. Dia segera menatap Kelvin.Kelvin berdeham sebelum memberitahukan, "Aku sudah nikah.""Aduh!" Wajah Victor tampak menyesal. "Sayang sekali."Kakek mengerutkan alis. "Tapi kamu sudah menyelamatkanku dua kali, aku harus balas sesuatu. Dulu kasih uang kamu

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 58

    Sambil berkata, Victor hendak menarik Kelvin naik tangga.Pria itu justru maju dan menghalangi di depan tangga. "Victor, kamu mau apa? Asal bawa orang dan ngaku dokter hebat? Kampungan dari mana yang kamu cari ini? Kalau dia naik, lalu Ayah kenapa-kenapa dan benaran mati, harus gimana?"Dalam situas

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status