LOGINSuasana di dalam restoran sangat tenang dengan pencahayaan yang tertata dengan sangat baik.Baru saja mereka masuk, suara seseorang langsung terdengar. "Eh, Niveria juga sudah balik?"Jelas, sebelumnya Niveria dan yang lain sudah sering datang ke tempat ini."Lama nggak bertemu, Kak Brenda!" sapa Niveria sambil tersenyum.Kelvin menoleh, lalu matanya tak kuasa sedikit berbinar segera setelah itu.Yang datang adalah seorang wanita bertubuh tinggi. Dia mengenakan kebaya hitam yang menonjolkan lekuk tubuhnya dengan sangat anggun. Rambutnya ditata dengan gaya klasik, riasannya tipis, dan wajahnya sangat proporsional. Kalau soal kecantikan, dia hanya sedikit di bawah Niveria. Benar-benar wanita yang sangat cantik.Pantas saja Zavier selalu teringat padanya.Akan tetapi, Kelvin tidak merasakan adanya aliran kekuatan spiritual pada dirinya. Jadi kemungkinan besar, parasnya bisa tidak banyak berubah selama bertahun-tahun berkat perawatan yang sangat baik.Bos restoran itu juga memperhatikan Ke
Di sisi lain setelah Kelvin naik ke mobil, Zavier berucap, "Sudah waktunya makan. Aku agak lapar. Kita cari makan yuk! Niver, kamu mau makan apa?"Ekspresi Kelvin sedikit berubah, lalu dia bertanya, "Bukannya Balai Munres itu restoran yang paling terkenal? Gimana kalau kita makan di sana?"Kelvin ingin memanfaatkan kesempatan pergi ke Balai Munres untuk mencari informasi tentang kakeknya. Dia ingin melihat apakah Balai Munres benar-benar tahu segalanya, seperti yang dikatakan oleh Niveria.Zavier tertegun sebelum merespons, "Ah, lupakan saja. Sekarang jam pulang kerja, Balai Munres itu letaknya di Distrik Gione, dekat bagian selatan kota. Ke sana bisa makan waktu dua jam dan belum tentu sampai. Begitu sampai, kita masih harus antre. Bisa-bisa kebagian tempatnya sudah tengah malam!""Eh ...." Kelvin terdiam, lalu berucap, "Kalau begitu, terserah kalian saja mau makan apa."Niveria berbicara sambil tersenyum, "Kita makan Di dalam Gang dekat SMA kita dulu saja."Zavier langsung tertarik d
Sebagai seorang kultivator, meskipun Andriyan tidak ahli dalam alkimia maupun pengobatan, dia tetap bisa melihat banyak hal."Kamu seorang ahli alkimia dan kemampuan medismu juga pasti sangat tinggi," ucap Andriyan. "Ada cara nggak untuk memperpanjang umur kakekku?"Kelvin mengerutkan kening dalam-dalam sebelum berkata, "Obat untuk memperpanjang umur memang ada, yaitu Pil Perpanjangan Umur. Itu termasuk pil level tiga. Kalau seorang kultivator meminumnya dan bisa mencernanya dengan baik, umurnya bisa bertambah sampai satu siklus penuh. Tapi, bahan-bahannya sangat langka. Sulit didapat.""Nggak peduli sesulit apa pun, aku tetap harus cari cara untuk mendapatkannya," ucap Andriyan. "Orang tuaku dan kakekku adalah satu-satunya keluargaku di dunia ini.""Oke. Kalau kamu berhasil mengumpulkan bahan-bahannya, bawa saja ke tempatku. Nanti, aku bakal bantu meraciknya. Nama-nama bahannya akan kukirim lewat WhatsApp," kata Kelvin.Andriyan mengangguk, lalu berbicara sambil tersenyum pahit, "Kala
Kelvin mengangguk.Memang itu juga merupakan rencana mereka.Kelvin hidup sendiri, jadi tinggal di mana pun tidak masalah baginya. Sementara itu, Niveria ingin lebih dekat dengan orang tuanya, jadi wajar kalau dia ingin menetap di Kota Yanir. Itu sebabnya setelah kembali, mereka tentu berencana membeli rumah di Kota Yanir.Selain itu, menurut rencana Niveria, kerajaan bisnis yang dia bangun ke depannya juga akan memiliki posisi penting di Kota Yanir.Dalam beberapa hari ke depan, Perusahaan Investasi Witara di Kota Lamur akan mengumumkan melalui media bahwa mereka akan masuk ke pasar Kota Yanir.Belakangan ini, langkah besar Perusahaan Investasi Witara di Kota Lamur dengan arus kas yang sangat besar, sudah menghebohkan seluruh negeri. Begitu mereka mengumumkan ekspansi ke Kota Yanir, kemungkinan besar enam keluarga besar di Kota Yanir juga akan terkejut.Setelah itu, kemungkinan besar kantor pusatnya juga akan dipindahkan ke sini.Namun, Kelvin tidak berpikir sejauh itu. Selama Niveria
Mata Petrus sempat memancarkan kemarahan ketika berujar, "Dasar orang-orang yang berpikiran sempit itu! Mereka kira dengan bergantung pada Keluarga Jahan, Keluarga Sunardi bisa hidup tenang selamanya? Mereka nggak sadar, pada akhirnya Keluarga Jahan justru akan perlahan-lahan menelan semua usaha kita. Sudahlah, anggap saja ini sebagai ujian bagi mereka. Nanti setelah aku keluar dari sini, baru kuurus mereka."Kelvin berbicara sambil mengangguk, "Kakek juga tenang saja. Selama Niveria bersamaku, aku pasti nggak akan membuatnya dirugikan.""Ya, tentu saja," kata Petrus. "Kalau dilihat dari status dan kedudukan Tristan, Niveria nikah denganmu malah bisa dibilang beruntung."Kelvin segera membantah, "Kakek, jangan bilang begitu. Nggak perlu bahas siapa yang lebih untung. Lagian aku ini cuma orang desa, seorang dokter biasa doang. Kalau dua orang sudah memutuskan bersama, berarti keduanya setara."Petrus sempat tertegun, lalu tertawa lepas sebelum berkata, "Aku jadi belajar sesuatu hari ini
"Setelah itu?" Kelvin menatapnya dengan serius."Setelah itu ...." Petrus berpikir sejenak sebelum berucap, "Kakekmu bilang, kalau ... terjadi masalah antara kamu dan Keluarga Limanta, aku diminta pilih seorang wanita dari Keluarga Sunardi untuk dinikahkan denganmu.""Apa?" Kelvin tertegun saat berucap, "Ini ....""Demi memastikan kamu bisa mendapatkan istri, kakekmu benar-benar sudah memikirkan segalanya," ucap Petrus. "Bahkan, aku curiga dia juga mengatakan hal yang sama pada orang lain ...."Kelvin hanya bisa terdiam.Kalau dipikir-pikir, itu memang sangat mungkin dilakukan oleh kakeknya.Petrus melanjutkan, "Waktu itu, aku juga menceritakan kondisiku pada Kak Tristan. Setelah itu, dia memberiku sebuah pil dan menyuruhku meminumnya, lalu datang ke Sanatorium Montana ini."Kelvin berpikir sejenak sebelum bertanya, "Pil yang diberikan kakekku itu ... apakah Pil Pemicu Kegilaan?""Ya," jawab Petrus.Kelvin terdiam. Kalau begitu, dia bisa memahaminya.Pil Pemicu Kegilaan adalah jenis pi
Saat orang tua itu mendengar ucapan Kelvin, dia pun berkata dengan terbelalak, "Nak, jangan ucapkan kata-kata yang begitu nggak enak didengar. Tubuhku masih sangat bugar. Kalau kamu sembarangan bicara lagi, aku akan merobek mulutmu sampai hancur."Kelvin berkata dengan acuh tak acuh, "Terserah mau p
Melihat pemandangan ini, si manajer benar-benar terpaku dan tidak bisa berkata apa-apa.Tiga orang yang ada di hadapannya ini bukanlah orang sembarangan. Selain pria tua berkaki pincang itu, Edric adalah sosok yang membuat banyak orang di Kota Lamur merasa gentar. Sekitar 80% industri setengah legal
Tidak jauh dari sana, Natasha akhirnya sudah menenangkan diri.Bagaimanapun, Natasha berasal dari keluarga kaya sehingga pengalamannya cukup banyak. Dia juga sudah pernah melihat berbagai macam situasi besar.Saat ini, seolah-olah Natasha sudah melupakan kejadian barusan. Dia menoleh ke arah Edric s
"Pas banget!" kata Edric. "Guruku juga lagi menjamu seorang tamu makan di sini. Awalnya, dia juga ingin mengundangmu. Gimana kalau ... kita makan bareng saja?""Nggak mau!" Natasha langsung menarik lengan Kelvin sambil menolak dengan tegas.Kelvin terdiam sejenak, lalu berkata, "Sudahlah, pertemuan







