Share

BUKTI

Author: NawankWulan
last update Last Updated: 2026-01-24 05:13:00

Aku masih membeku saat Mas Rama menanyakan keadaanku. Dia terlihat cukup panik melihatku sedikit berbeda setelah papa menyinggung soal pernikahan kami tadi. Namun, Mas Rama sepertinya tak menyadari apa yang membuatku berubah seperti ini. Dia mengira aku sakit, makanya mendadak diam..

"Pa, sepertinya Riana kurang enak badan. Aku bawa ke kamar dulu ya?" pinta laki-laki itu kemudian.

Mama pun ikut panik lalu memegang keningku pelan. Latifa dan yang lainnya pun cemas melihatku yang mendadak diam. Tanpa pikir panjang, papa mengizinkan Mas Rama dan mama untuk membawaku ke kamar Mas Rama di lantai atas.

"Biar mama yang jaga, Riana. Kamu kembali ke ruangan papa, Ram. Pembagian warisannya belum selesai jadi kamu harus ikut mendengarkan penjelasan Pak Anwar." Mama mengusap lengan Mas Rama saat membaringkanku ke ranjang.

"Tapi, Ma. Aku harus jaga Riana. Soal warisan terserah papa dan bagaimana pembagiannya aku ngikut saja." Mas Rama menolak dan mulai memijit kakiku pelan.

Berulang kali menan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • SETELAH DINIKAHI ANAK JURAGAN   LIKU KEHIDUPAN (1)

    Rumah minimalis berwarna putih dengan tiga kamar tidur. Perabotan lengkap dan siap huni. Mas Rama memang sedetail itu jika memberikan kejutan. Dia tak pernah perhitungan pada keluarga kecilku. Selalu bilang jika keluargaku adalah keluarganya juga.Laki-laki itu pun tak malu memperkenalkan ibu dan bapak pada beberapa temannya tiap kali bertemu. Dari segi penampilan saja jelas terlihat jika keluargaku berasal dari golongan menengah ke bawah, tapi lagi-lagi Mas Rama tak pernah mempersoalkannya. Dia benar-benar menerima kami apa adanya.Dia berusaha berubah lebih baik dari waktu ke waktu. Tak mungkin aku terus menyudutkannya hanya karena dia mantan pemabuk dan pernah terjerat pergaulan bebas bukan? Semua orang memiliki masa lalu dan semua orang berhak mendapatkan kesempatan lain untuk berubah lebih baik."Kenapa melamun di situ?" Pertanyaan seseorang membuatku terjaga dari lamunan. Aku menoleh, tepat saat kurasakan pelukan seseorang yang begitu hangat."Kenapa melamun terus, Sayang? Bukan

  • SETELAH DINIKAHI ANAK JURAGAN   DOUBLE KEJUTAN

    "Aku mencintaimu." Kembali kudengar kata-kata spesial itu sebelum terlelap. Mas Rama mendekap tubuhku dan membawanya ke pelukan. Sepuluh hari menikah dengan Mas Rama, dia belum mendapatkan nafkah batin dariku. Aku masih saja takut dan khawatir dengan cintanya. Mungkin setelah ini aku bisa.ikhlas memberikan madu itu untuknya. Iya, untuknya saja. Dia yang sudah halal untukku dan apapun yang kulakukan dengannya banyak yang berpahala. Alarm berbunyi beberapa kali, membuatku mengucek kedua mata perlahan lalu membukanya. Mas Rama masih seperti semula yang memelukku hangat. Wajah tampannya terlihat begitu tenang dan damai. Kuusap pipinya pelan, jambang tipis di wajahnya membuatnya semakin terlihat menawan. Beruntungnya aku mendapatkan cinta tulus darinya. Tak hanya cinta, aku pun mendapatkan keluarga baru yang begitu menyayangi dan menghargai hadirku. Saat mengusap pipinya, Mas Rama menarik tanganku lalu merengkuhku dalam dekapannya. Kini kurasakan hembusan napasnya yang membuat jantungk

  • SETELAH DINIKAHI ANAK JURAGAN   BUKTI

    Aku masih membeku saat Mas Rama menanyakan keadaanku. Dia terlihat cukup panik melihatku sedikit berbeda setelah papa menyinggung soal pernikahan kami tadi. Namun, Mas Rama sepertinya tak menyadari apa yang membuatku berubah seperti ini. Dia mengira aku sakit, makanya mendadak diam.."Pa, sepertinya Riana kurang enak badan. Aku bawa ke kamar dulu ya?" pinta laki-laki itu kemudian. Mama pun ikut panik lalu memegang keningku pelan. Latifa dan yang lainnya pun cemas melihatku yang mendadak diam. Tanpa pikir panjang, papa mengizinkan Mas Rama dan mama untuk membawaku ke kamar Mas Rama di lantai atas. "Biar mama yang jaga, Riana. Kamu kembali ke ruangan papa, Ram. Pembagian warisannya belum selesai jadi kamu harus ikut mendengarkan penjelasan Pak Anwar." Mama mengusap lengan Mas Rama saat membaringkanku ke ranjang. "Tapi, Ma. Aku harus jaga Riana. Soal warisan terserah papa dan bagaimana pembagiannya aku ngikut saja." Mas Rama menolak dan mulai memijit kakiku pelan. Berulang kali menan

  • SETELAH DINIKAHI ANAK JURAGAN   WARISAN

    [Rama, papa mau bicara nanti malam di rumah. Kakak dan adikmu juga harus berkumpul karena papa ingin membagi warisan untuk kalian. Pak Anwar selaku pengacara kita akan menjelaskan dengan detail jatah-jatah warisan untuk anak-anak papa sesuai hukum Islam. Nggak ada pilih kasih dalam hal ini. Semua dibagi sesuai aturan agama. Datang ya, biar sama-sama jelas dan nggak ada sesal di kemudian hari] Pesan dari papa di handphone Mas Rama tak sengaja kubaca. Ternyata papa ingin membagi warisannya malam nanti. Sebaiknya aku tunjukkan pesannya sekarang, barang kali Mas Rama ingin segera membalasnya. "Mas, ada pesan dari papa," ujarku padanya yang masih fokus olah raga di halaman belakang. "Pesan apa, Sayang? Bacakan saja," perintahnya sembari mengusap keringat yang menetes di dahi. Aku pun membacakan pesan dari papa lalu menyerahkan handphonenya. Mas Rama manggut-manggut. Setelah itu duduk kursi taman belakang sembari membalas pesan papa. Entah apa balasannya, aku tak bertanya pun tak ikut m

  • SETELAH DINIKAHI ANAK JURAGAN   PEREMPUAN ITU LAGI

    "Mas, baru tiga hari menikah, kenapa sekarang kita harus pergi, memangnya mau ke mana?" Aku masih memasukkan barang-barang Mas Rama ke dalam koper saat Mas Rama menelpon seseorang entah siapa. Detik ini aku hanya mengikuti perintahnya untuk memasukkan barang-barangnya ke koper tanpa tahu akan diajak Mas Rama ke mana. "Kita mau pindah rumah, Sayang. Nggak mungkin tinggal di sini terus kan?" Mas Rama menoleh lalu tersenyum tipis setelah menutup handphone dan memasukkannya ke saku celana. "Pindah kemana, Mas?" Aku masih tak paham. "Pindah ke rumah idaman dong, Sayang. Kalau sudah menikah memang sebaiknya pisah dengan orang tua, supaya mandiri dan belajar menyelesaikan masalah rumah tangganya sendiri." Aku terdiam sejenak lalu mengiyakan ucapan Mas Rama. Baguslah kalau Mas Rama mengajakku pindah rumah, lagipula kakak dan adik lelakinya juga tinggal di sini dan kadang membuatku tak nyaman sebagai ipar. Dengan pindah rumah, suasana tentu akan lebih tenang dan nyaman karena tak terlalu

  • SETELAH DINIKAHI ANAK JURAGAN   BALASAN TELAK

    Konon malam pertama adalah malam yang paling membahagiakan bagi pengantin, tapi malam ini justru menjadi malam paling mendebarkan dan menyeramkan bagiku. Kekonyolan dan kejahilan Mas Rama sedari tadi membuatku semakin geli dan malu membayangkannya. Berulang kali menepis pikiran kotor yang sempat melintas di benak. "Kenapa senyum-senyum begitu?" Suara baritonnya kembali menggagetkan. Aku yang kini duduk di ranjang sembari menutup bagian kaki dengan selimut pun buru-buru rebahan lalu menarik selimut sampai puncak kepala. "Sudah siap, Sayang?" tanya Mas Rama kembali jahil dengan mencolek-colek lenganku yang terbungkus selimut tebalnya. "Apaan sih, Mas? Ngantuk mau tidur," ujarku tergesa dengan pura-pura menguap. Aku benar-benar khawatir terjadi sesuatu yang menyeramkan malam ini. "Baju seksi dari mama nggak dipakai?" tanyanya kembali mencolek pinggangku. "Baju apa?" Aku membuka selimut lalu melongok keluar. "Ini." Mas Rama mengambil baju yang mirip dengan baju seksi darinya saat di

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status