Masih tidak ada jawaban yang ingin Arthur dengar.“Baiklah jika kalian ingin mengambil jalan yang sulit.” Telunjuk Arthur siap menarik pelatuk.“Ampun, Tuan.” Akhirnya salah satu pelayan bersujud di dekat kaki Arthur. “Kami tidak tahu ke mana Tuan pergi, beliau meninggalkan rumah sejak siang tadi.”Setelah pelayan tua ini bicara, pelayan lainnya ikut bicara.“Benar, Tuan. Tuan Hendra tidak mengatakan apa pun.”“Soal bayi yang Anda maksud, kami juga tidak pernah melihat. Tuan tidak pernah membawa bayi kemari, Anda bisa mengecek rekaman CCTV di rumah ini jika Anda tak percaya, Tuan.”Arthur menatap satu persatu pelayan yang kini menangis meminta ampun.Amarah sesaatnya benar-benar membuat Arthur lepas kendali.Telunjuknya dilepas dari pelatuk, arah senjata api kini turun ke bawah.“Kalian, tidak membohongiku?” Arthur memastikan.“Tidak, kami tidak berani.” Pelayan menjawab serempak.Napas Arthur begitu berat.Dia sudah menemukan pelakunya, tapi masih tak bisa membawa kembali putranya.“
Last Updated : 2026-05-17 Read more