Share

Sesakit Itu

Author: Aldra_12
last update Petsa ng paglalathala: 2026-05-16 12:12:20

Hendra menginjakkan kaki di dalam rumah, disambut Anan yang sudah menunggunya.

“Bagaimana hasilnya tadi, Tuan?” Anan berjalan di belakang Hendra menuju ruang tengah.

“Tentu saja tidak ada yang sesuai. Dan itu yang aku harapkan, melihat tatapan kecewa Arthur. Harusnya tadi kamu lihat sendiri, bagaimana harapannya runtuh saat tak mendapatkan bayinya.” Hendra tersenyum tipis setelah bicara.

Anan tersenyum sambil mengangguk-angguk pelan.

Anan memperhatikan Hendra yang baru saja duduk di sofa, sebel
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Adeena
baru nongol ya kamu Kend.....
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Klarifikasi Rose

    Kian bergegas melangkah kembali ke rumah utama bersama Mia setelah mendengar apa yang pelayan katakan.Begitu melangkah masuk ke dalam ruang tengah.Tatapan Kian tertuju pada Arthur sedang duduk di sofa dengan pandangan tertuju ke layar televisi besar yang menyala.Kian menghentikan langkahnya, pandangannya kini tertuju pada siaran berita yang sedang berlangsung.“Ada apa, Sayang?” Kian mulai bertanya.Tatapan Arthur tertuju pada Kian. Dia membuat gerakan dengan tangan agar Kian duduk di sampingnya. “Duduklah dulu. Kamu juga, Mia.” Begitu Kian sudah duduk di sampingnya dan Mia duduk di sofa tunggal, Arthur mencari chanel berita lain lalu memperlihatkan berita yang baru saja ditontonnya. “Lihat apa yang baru saja disiarkan di beberapa chanel berita.”Kening Kian berkerut dalam. Pandangan mereka semua kini tertuju sepenuhnya pada layar kaca yang sedang menayangkan sebuah video wawancara eksklusif secara langsung dari kediaman Rose.Di layar televisi. Rose tampak duduk dengan wajah se

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Jangan Terlena

    Sore hari.Kian melangkah menyusuri jalan setapak di taman belakang menuju paviliun tempat yang Mia tinggali sementara agar terhindar dari jangkauan luar dan tekanan dari Luna.Kian sudah berdiri di depan pintu. Dia tak langsung masuk ke dalam, tapi mengetuk pintu lebih dulu dan menunggu sampai Mia membukanya.Tak beberapa lama kemudian, terdengar suara knop yang diputar.Kian menatap Mia yang berdiri di hadapannya saat pintu di hadapannya ini terbuka.Kian tersenyum hangat pada Mia. “Bu Kian, masuklah.” Mia langsung membuka lebar pintu paviliun.“Kita bicara di luar saja, Mia. Udaranya sejuk dan lebih menenangkan daripada di dalam,” kata Kian agar Mia bisa membiasakan diri dengan suasana di tempat ini.Mia mengangguk patuh. Dia keluar lalu duduk di kursi yang ada di depan paviliun bersama Kian.Kian menatap Mia yang diam dengan tatapan tertunduk.Kian lebih dulu menghela napas panjang, lalu membuka suara. “Bagaimana kondisimu, Mia? Apa tempat ini cukup nyaman untukmu?”Mia mengangka

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Biar Menerima Akibatnya

    Di dalam ruang kerja Arthur yang tenang di gedung HW. Company.Sisa-sisa ketegangan dari konferensi pers tadi siang perlahan mulai mencair. Kian masih duduk di sofa bersama Arthur setelah kepergian Mia.Arthur sudah meminta orang untuk mengawal dan menjaga Mia dengan selamat.“Terima kasih banyak, ya. Kamu sudah mengizinkan Mia untuk tinggal sementara di paviliun belakang rumahmu. Dengan begitu, dia akan aman dari ancaman atau intimidasi dari pihak Luna dan orang-orangnya.” Kian menatap penuh syukur karena Arthur selalu mendukung setiap keputusan yang dibuatnya.Tangan Arthur membelai lembut rambut Kian, bibirnya tersenyum kecil, lalu dia membalas, “Tidak perlu berterima kasih. Semua ini juga demi HW. Company.”“Lagi pula, itu hanya untuk sementara waktu sampai kehebohan ini sedikit mereda dan tim hukum kita berhasil menyelesaikan semua berkas gugatan resmi untuk menyeret Luna dan Rose ke pengadilan. Setelah itu, Mia akan aman di mana pun dia tinggal nantinya.”Kian mengangguk-angguk

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Dapat Balasannya

    Suara di seberang sana bukan suara lembut Adam yang biasa memanjakannya, melainkan sebuah bentakan menggelegar yang sarat akan kemurkaan. Luna terbungkam, detak jantungnya seolah berhenti berdenyut.“Gara-gara kebodohan dan keangkuhanmu itu, namaku ikut terseret di konferensi pers tadi pagi, Luna! Kamu menyebut namaku di video rekaman sialan itu!”Suara Adam terdengar penuh kemarahan dengan napas memburu kasar.Belum juga Luna membuka suara lagi, sudah kembali terdengar suara Adam.“Siang ini, istri dan keluarga besarku tahu soal hubungan kita! Posisiku di partai dan pemerintahan sekarang sedang berada di ujung tanduk karena skandal ini! Paham kamu!”“Say-sayang, aku tidak bermaksud ... itu rekaman tersembunyi–”“Cukup! Jangan pernah hubungi nomor ini lagi!” potong Adam dari seberang panggilan. “Jangan pernah berharap aku akan membantumu. Urus sendiri masalah hukummu, dan jangan berani-berani menyeret namaku lebih jauh kalau kamu masih sayang dengan nyawamu!”Luna terkesiap.Sambunga

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Saling Menyalahkan

    Dengan pengawalan ketat dari beberapa petugas keamanan studio yang tersisa, Luna dan Fio akhirnya berhasil menyelinap keluar melalui pintu darurat basement untuk menghindari wartawan yang berkerumun di luar. Mereka pergi menggunakan mobil salah satu kru pemotretan untuk mengelabui wartawan.Sepanjang perjalanan di dalam mobil, Luna hanya bisa meremas jemarinya sendiri hingga memutih. Napasnya memburu, sementara ponselnya tidak berhenti bergetar karena ratusan panggilan dan pesan masuk yang sengaja dia abaikan.Harapan Luna untuk menemukan ketenangan di apartemen pribadinya seketika pupus. Begitu mobil yang dikendarai Fio memasuki area gerbang kompleks apartemen mewah itu, pemandangan di depan lobi utama sudah berubah menjadi lautan manusia. Puluhan mobil van milik stasiun televisi dan ratusan wartawan telah mengepung tempat tinggalnya, lengkap dengan kamera yang siap siaga.“Sialan! Kenapa mereka tahu tempat ini?!” umpat Luna histeris, memukul dasbor mobil dengan frustrasi.“Luna,

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Dikejar Wartawan

    Bukannya panik melihat Fio yang sangat cemas, Luna justru menyunggingkan senyum remeh. Luna melipat kedua tangannya di dada. Matanya masih menyorot tenang. “Lalu kenapa kalau mereka membuat klarifikasi? Takut apa? Paling mereka cuma bisa membantah soal kualitas produk mereka. Publik sudah terlanjur percaya pada video Rose, Fio. Biarkan saja mereka meronta-ronta menyelamatkan citra perusahaan mereka yang sudah hancur.” Luna bicara dengan entengnya.“Misal klarifikasi, yang kena juga Rose, bukan aku. Kenapa kamu harus sepanik ini?” Luna kembali bicara.Fio menghela napas frutasi, dia kembali menatap cemas pada Luna saat bicara.“Bukan itu, Luna! Bukan cuma soal produk!” Tangan Fio sedikit gemetar saat menunjukkan salah satu berita yang baru saja dirilis beberapa menit lalu. Itu adalah video siaran ulang konferensi pers Kian yang sudah membanjiri portal berita, lalu menyodorkannya tepat di depan wajah Luna. “Lihat ini! Lihat sendiri apa yang mereka tunjukkan ke media!”Luna mengerutkan

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Diretas

    Saat tiba di rumah.Arthur disambut Kian yang menunggunya di teras.“Kenapa tidak menunggu di dalam?” Arthur menghampiri Kian.Hal pertama yang dilakukannya saat bertemu sang istri adalah mencium keningnya, lalu mengusap lembut perut Kian untuk menyapa buah hati mereka.Kian tersenyum penuh bahagia

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Kasihan Sekali

    Di rumah yang Kian tempati sekarang.Kian hanya duduk dengan tatapan mengedar ke seluruh ruangan yang sekarang ditempatinya. Tidak banyak perabot di sana, tapi jelas kalau rumah itu termasuk mewah dengan desain interior yang cantik.Sejak kepergian Arthur, Kian tidak berani masuk ke dalam rumah lebi

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Tidak Direstui

    “Apa maksudmu?” Arron langsung bangkit dari duduknya. Sambil meremat pangkal tongkat yang dipegangnya, tatapan Arron tertuju ke surat nikah yang Arthur tunjukkan.“Kakek ingin aku menikah, kan? Sekarang kukabulkan, aku sudah menikah,” ucap Arthur dengan tenang.Sedangkan Oliver. Dia diam memandang

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Memilih Pergi

    Setelah menghubungi seseorang. Arthur kembali melangkahkan kaki menghampiri Kian yang menunggunya.Mengulurkan ponsel milik Kian, Arthur berkata, “Sudah.”Kian mengambil ponselnya, memasukkan ke tas kecil miliknya, sebelum kembali menatap Arthur dan bertanya, “Bagaimana? Temanmu mau membantumu memb

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status