Kadang, yang paling menegangkan bukan saat semuanya runtuh, tapi saat semuanya tiba-tiba… tenang. Terlalu tenang sampai terasa tidak wajar. Pagi itu, Lin’an seperti menahan napas. Langit bersih, cahaya matahari jatuh rata di halaman gedung dewan etik, dan suara langkah kaki orang-orang terdengar biasa saja—seolah tidak ada apa pun yang dipertaruhkan di dalam bangunan itu. Padahal di lantai dua, di ruangan yang sama seperti kemarin, hidup Ronghuā sedang ditimbang tanpa suara.Ia berdiri tegak di depan meja panjang itu, punggungnya lurus, bahunya tidak lagi kaku. Udara terasa dingin dan kering, wajah-wajah di hadapannya tetap tenang, terlalu tenang. Tapi hari ini, Ronghuā tidak mencoba membaca mereka. Ia tidak lagi fokus pada bagaimana orang lain melihatnya. Ia hanya fokus pada apa yang harus ia katakan.“Apakah Anda siap melanjutkan pernyataan Anda?”“Iya.”Jawabannya singkat, tapi tidak goyah.Ia menarik napas pelan, lalu mulai bicara tanpa melihat catatan. Semua yang selama ini ia ta
Last Updated : 2026-04-16 Read more