Kaca jendela memantulkan bayangan wajahnya sendiri, samar, tertelan cahaya kota yang perlahan menyala satu per satu. Ronghuā berdiri tanpa bergerak, kedua tangannya menyilang di depan dada, tapi bukan karena dingin. Ruangan itu sebenarnya hangat, terlalu hangat malah, sampai udara terasa sedikit pengap, tapi tetap saja ada sesuatu di dalam dirinya yang tidak bisa diam. Lampu-lampu di luar terlihat kecil dari ketinggian ini, seperti titik-titik yang bergerak tanpa arah yang jelas, dan entah kenapa, itu membuat dadanya terasa semakin sempit. Dunia tetap berjalan. Selalu begitu. Orang-orang masih tertawa, masih makan malam, masih pulang ke rumah tanpa tahu bahwa di satu sudut kota yang sama, ada seseorang yang sedang berdiri di batas antara bertahan atau jatuh. Ia menarik napas pelan, mencoba memenuhi paru-parunya, tapi udara terasa berat, seperti ada sesuatu yang menahan di tengah jalan.Di belakangnya, suara langkah Huīxiáng terdengar pelan, diikuti bunyi pintu kamar ya
Last Updated : 2026-04-21 Read more