Keputusanku sudah bulat. Tepat satu minggu setelah pertemuanku dan Bas di rumah sakit, aku memutuskan untuk pulang ke kampung halaman. Ya, aku tahu di sana pasti akan mendapat banyak tekanan mental. Tapi, mau bagaimana? Aku tidak tahu harus pergi ke mana.Rasanya akan percuma jika masih tinggal di satu kota dengan Bas. Entah kapan, dalam waktu yang tak diduga, kami pasti kembali Tuhan pertemukan. Dan aku benar-benar tak ingin itu terjadi. Mulai sekarang hingga selamanya, aku berharap semoga tidak akan pernah lagi melihat Bas.Aku tahu, Bas juga berasal dari kota yang sama denganku. Namun, yang aku tahu dari ceritanya, keluarga dia sudah tak ada lagi di sana. Semua sudah pindah ke kota yang sama.Baiklah, semoga ini adalah keputusan terbaik untukku dan Aiza.Kutatap Aiza yang tengah melempar pandangan ke luar jendela. Sejak tadi dia tampak tak bersemangat. Bahkan, Aiza sempat menangis histeris saat Desi, Mas Bakri dan Devin mengantar kami ke terminal bis.Awalnya, Desi dan Mas Bakri su
Huling Na-update : 2026-01-05 Magbasa pa