"Aku serius, Bas!" Kutatap Bas dengan tajam. Namun, pemuda itu malah tertawa renyah tanpa beban."Bas!" geramku."Iya, iya. Mereka sudah kuusir dari sini, kamu tenang saja."Akhirnya aku bisa bernapas lega. Semoga dua orang itu tak akan kembali lagi ke sini. Biarlah Aiza aku yang urus sendiri. Bukankah sejak dulu juga begitu?"Ya sudah, kita temui Aiz sekarang," ajak Bas. Tangannya dengan tak sopan menggenggam tanganku. Namun, segera kutepis dan berjalan lebih dulu. Begitu masuk ke dalam ruangan, kulihat Aiza yang tengah bercerita seru dengan Devin. Ternyata bocah itu sudah kembali bersama Mas Bakri."Maaf, Mas, tadi saya harus usir Mas Bakri dari sini," ucapku merasa tak enak."Nggak apa-apa, Yun. Tapi, kami nggak bisa lama-lama, ada acara keluarga," sahut Mas Bakri sekaligus memberitahu."Iya, Yun. Kamu nggak apa-apa jaga Aiz sendiri? Apa mau aku temani saja di sini?" Desi bertanya sembari bangkit dari duduknya dan mendekat padaku."Ih, nggak apa-apa, Des. Kamu pulang saja, aku bis
Last Updated : 2025-12-24 Read more