Hari berlalu tanpa ada hambatan setelah semua masalah di Kota S selesai. Kini aku, Aiza dan Bas sudah kembali ke kota asal. Namun, ketika tiba di kontrakan Desi, malah terlihat pemandangan yang tak mengenakkan. Di depan sana, ibu mertua tengah duduk di kursi kayu. Sepertinya dia sedang menungguku. Tapi, untuk apa? "Mau aku yang temui?" tawar Bas sambil menatapku.Aku menggeleng. "Aku saja," putusku. Bas sama sekali tak ada hubungannya dengan masalah keluargaku. Karena itulah biar aku sendiri yang menghadapi.Gegas aku keluar dari mobil Bas lebih dulu bersama Aiza, lalu berjalan menghampiri ibu mertua yang langsung berdiri saat melihat kedatangan kami.Sekalipun ada rasa benci di hati, aku tetap memperlakukan wanita tua ini dengan baik. Kuambil tangannya untuk disalami. Tak lupa meminta Aiza untuk menyalami juga."Ibu mau bicara, Yun."Suara mertuaku terdengar lembut, tak seperti biasa. Sontak saja hatiku bertanya-tanya, ada apa?"Ya sudah, kita bicara di dalam, Bu," ajakku. Tak enak
Last Updated : 2025-12-31 Read more