Se connecterMas Bagus tega mengusirku juga putri kami dari rumah hasil patungan di awal pernikahan. Kebersamaan yang kami lalui selama 7 tahun ini seolah tak berarti lagi untuknya hanya karena aku tak pandai merawat diri. Padahal, aku begini karena ikut membangun ekonomi keluarga. Beruntung di saat aku terpuruk, Baskara hadir dengan tangan yang terbuka lebar. Lihat saja! Akan kubuktikan jika aku dan putriku bisa tanpa Mas Bagus!
Voir plus"Please, don't leave my daughter. Where will she go? Why are you doing this to her? At least think about your unborn child"
A middle-aged woman is crying and saying all this to a young man who is sitting in front of her crossing his legs. He is looking impassive by the woman's word. He is smoking a cigarette. He said between his smoking," how are you feeling right now seeing your daughter being thrown away by her husband? You are feeling vulnerable, right? That's how my mother felt in the past".The woman looked confused and asked him wiping her tears," what are you talking about? Whose mother? Who are you?"
The man laughed and said," you don't have to know who am i. But remember one thing, I will punish you for your sins by the cruellest way".
Suddenly a young girl who is holding her 5-month pregnant belly said with a heavy voice," Ma..let's go from here. He has ruined 2 years of my life. Now, I have understood how to survive in this world. I don't need him and my child also don't need him".
She wiped her tears and said to the man," Thank you for your every lesson Mr Abhinav Agnihotri. I am glad that I am not your Doll anymore".
Jika di dunia ini ada gelar laki-laki paling bahagia, maka aku adalah orangnya. Penantian panjang penuh perjuangan untuk memiliki wanita bernama Ayunina Maharani kini hampir berakhir.Hah, entah aku bermimpi apa semalam, hingga sekarang benar-benar bisa mengenakan pakaian pengantin dan siap menyandang status baru. Suatu kebanggaan dan kebahagiaan yang tak akan pernah bisa diganti oleh apa pun.Kutatap pantulan diriku lewat cermin. Kuletakkan tangan ini tepat di bagian hati. Menikmati rasa cinta yang kian meningkat berkali-kali lipat untuk satu anak manusia.Tuhan ... apa aku sudah gila? Padahal, aku belum resmi menjadi suaminya. Kenapa sekarang aku sudah merasa memiliki dia seutuhnya?"Papa!"Suara bocah yang selalu kurindu masuk pada pendengaran. Kuputar tubuh ini ke belakang hingga terlihat sosok cantik dan manis tengah berlari sembari mengangkat ujung gaunnya tinggi-tinggi."Halo, Princess."Cup!Satu kecupan kudaratkan di pipi calon putri sambungku ini. Sontak saja dia terkekeh lu
Malam ini begitu mendebarkan. Bukan hanya karena aku akan bertemu dengan keluarga Bas, tapi karena acara ini juga terjadi begitu cepat. Bayangkan saja, siang tadi Ibu tiba-tiba meminta pria itu datang tanpa menerima penolakan. Beruntung Bas yang memang tengah menunggu momen ini pun langsung bersedia untuk memboyong keluarganya."Wah, Mama cantik sekali!" Aiza berseru dari ambang pintu. Aku yang tengah mematut di depan cermin pun menoleh pada putriku. "Sini, Sayang!"Aiza mendekat, disusul oleh Risma yang muncul juga. Aiza mengitari tubuhku sembari memeriksa dress yang kukenakan. Ya, sebuah dress berwarna nude dengan lapisan brukat sederhana. Hah, aku ingin tertawa saat mengingat bagaimana perjuangan untuk mendapat dress ini.Siang tadi, aku bersama Risma langsung menuju butik untuk mencari dress yang akan aku kenakan. Namun, ketika sampai kami justru malah kebingungan. Bayangkan saja, harga dress paling murah di sana begitu jauh di atas budget yang kupunya. Alhasil, aku dan Risma me
Aku benar-benar tak mengerti dengan jalan pikiran Ibu. Bahkan sudah kejelaskan berkali-kali pun Ibu tetap memandang rendah pada Bas."Pilihanmu itu selalu jelek, Yuni! Lihat pernikahanmu sama Bagus, nggak awet, kan? Itu karena dulu Ibu nggak setuju!" hardik Ibu.Kupejamkan mata ini untuk menahan emosi yang bergejolak. Setelah dirasa tenang, baru kembali kubuka untuk menatap pada Ibu. "Jangan samakan Bas sama Bas Bagus, Bu! Lagipula aku dan Mas Bagus pisah karena sudah nggak cocok lagi, bukan karena hal lain!" Ibu menatapku makin tajam. Kedua tangannya terlipat di depan dada dengan angkuh. "Terus! Bela saja terus! Nanti kalau rumah tanggamu kacau lagi, baru tahu rasa dan percaya omongan ibumu ini!"Aku diam, tak menyahut hingga Ibu keluar dari kamarku. Tuhan ... apa yang harus kulakukan sekarang? Apa yang harus aku katakan pada Bas?Tadi saat Ibu benar-benar tak bisa diajak bicara baik-baik, aku meminta Bas untuk pergi lebih dulu. Biar aku yang mengurus Ibu. Namun, nyatanya hingga ma
"Jangan pergi lagi, Yu. Jangan ...."Ucapan itu terus terngiang di kepalaku sepanjang perjalanan. Lihatlah, sebuah tangan kekar bahkan tak mau melepaskan genggaman sejak mobil ini melaju. "Kenapa lihat aku gitu? Makin ganteng, ya?"Aku hanya terkekeh menghadapi sikap Bas yang sudah berubah seperti semula setelah tadi sempat kacau. Namun, dengan cepat dia bisa mengendalikan perasaan hingga aku pun kembali tenang."Aku mau beli sesuatu untuk Aiza. Tapi, apa ya?" tanyanya."Nggak usah," larangku. "Lihat kamu saja Aiz pasti senang." Bahkan gadis kecil itu selalu menyebut nama Bas ketika hendak tidur. Entahlah apa yang membuat dia begitu jatuh cinta pada sosok Bas."Tapi aku mau kasih Aiz hadiah," tukas Bas. Dia menghentikan laju kendaraan tepat di sebuah toko mainan. Hem, aku tahu apa yang hendak dia beli untuk Aiza."Nggak mau ikut turun?" tanyanya dengan alis yang tertarik. Mungkin bingung karena aku hanya diam tanpa membuka pintu mobil.Aku menggelengkan kepala sebagai jawaban. "Aku d
Sejak kemarin, aku tak mendengar lagi candaan Bas. Senyuman pemuda itu pun tak kulihat setiap kali kita bertemu. Saat mengantarku dan Aiza pulang dari rumah sakit pun, dia masih banyak diam. Hanya sesekali bicara jika ditanya oleh Aiza. Lagi, ketika tiba di rumah, Bas langsung menyerahkan banyak ja
"Aku serius, Bas!" Kutatap Bas dengan tajam. Namun, pemuda itu malah tertawa renyah tanpa beban."Bas!" geramku."Iya, iya. Mereka sudah kuusir dari sini, kamu tenang saja."Akhirnya aku bisa bernapas lega. Semoga dua orang itu tak akan kembali lagi ke sini. Biarlah Aiza aku yang urus sendiri. Buka
Entah berapa kali aku dibuat panas oleh sikap Bas hari ini. Pemuda itu benar-benar berani menunjukkan sisi ketertarikannya padaku, bahkan di tempat umum sekalipun. Sialnya, aku malah terbuai hingga sempat menikmati hangat pelakunya tadi siang.Oh, Tuhan ... maafkan aku."Mama, Aiz mau main sama Dev
Kedua mataku terbuka saat merasakan laju mobil Bas berhenti. Kutatap pemuda itu yang kini malah turun dari mobil. Sesaat kemudian, dia membuka pintu di sampingku."Apa, Bas?" tanyaku bingung. "Aiz tidur, kamu bisa cerita sepuasnya."Degh!Aiza tidur? Segera kutolehkan kepala ke samping. Benar saja












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.