Cukup lama aku dan Desi berada di salon hanya demi melakukan beberapa treatment yang menurutku tak terlalu penting. Sejak dulu, aku lebih suka berpenampilan seadanya daripada terlalu banyak bergaya. Namun, atas tuntutan Desi yang ingin membalaskan dendamku pada Mas Bagus, aku pun harus menurut. "Kalau kayak gini, aku yakin si Bagus makin nyesel, Yun!" kata Desi dengan menggebu. Aku hanya berdecak mendengar ucapan wanita itu."Iya, nyesel banget! Tapi, karena ini dia nggak mau ceraikan aku, Des!"Bukannya merasa iba, Desi malah terkekeh dan terus menyetir mobilnya dengan santai. "Tenang saja. Ujung-ujungnya kalian akan tetap cerai juga, kok."Sontak saja alisku mengernyit. Kutatap wajah Desi dengan serius dari samping. "Kenapa kamu yakin banget?" tanyaku. Aku sendiri tak yakin Mas Bagus mau berubah pikiran lagi untuk melepaskanku.Kulihat senyuman misterius tersungging di bibir Desi. Sungguh, aku tak bisa membaca apa yang ada dalam pikiran wanita ini. "Nanti kamu juga tahu, Yun. Yang
ปรับปรุงล่าสุด : 2025-12-27 อ่านเพิ่มเติม