Rama tidak membantah ucapan mertuanya. Ia bangkit, meninggalkan Intan yang masih duduk termenung di sana tanpa sepatah kata pun untuk adiknya itu. Namun, saat melewati Alya di ambang pintu, ia sempat berbisik pelan, "Ibu juga masuk, udara di sini sangat beda dengan di Jakarta. Dinginnya menusuk." Alya mengangguk lembut, tangannya sempat mengusap lengan Rama sekilas untuk memberi kekuatan. "Istirahatkan hatimu, Sayang. Ingat tujuan utamamu ke sini ya, Ram," pesannya dengan nada yang penuh kelembutan Setelah mendengar itu, Rama langsung masuk ke dalam kamarnya yang kecil. Saat melewati ibunya yang masih terduduk lemas di ruang tengah, sebenarnya lidahnya sudah gatal ingin menanyakan siapa itu Lili. Namun, rasa lelah yang menghimpit batinnya menang; ia hanya melewati ibunya begitu saja tanpa menoleh, masuk ke kamar, dan mengunci pintu kayu itu dengan memutar palang kayu sederhana yang dipaku di sana. Di teras, Alya beralih menatap Intan yang masih termenung. "Masuk, Dek. Dingin,
Última atualização : 2026-01-26 Ler mais