Setelah mendapat informasi dari rekan kerjanya, Rama benar-benar gelisah. Ia sebenarnya sudah menduga pria itu akan datang ke kantornya, tempat ia bekerja sekarang. Sejak kepulangannya dari Malaysia, Rama bahkan belum pernah menyalakan ponsel utamanya lagi. Ia memilih menghindar, terlalu takut menghadapi kenyataan tentang dirinya sendiri. Sepanjang bekerja, Rama pun tak bisa berkonsentrasi. Pikirannya terus melayang ke mana-mana, hingga ketukan di pintu kantor akhirnya membuyarkan lamunannya. “Masuk,” ucap Rama dingin. Begitu pintu terbuka, Rama langsung melotot. Di ambang pintu berdiri Nadia. Istrinya itu datang ke kantor tempat ia bekerja, dengan senyum manis yang sengaja dipamerkan. “Ngapain, Nad?” tanya Rama, tak mampu menyembunyikan keterkejutannya. “Mas, lihat sekarang jam dua belas. Waktunya istirahat,” ujar Nadia sambil menahan kekesalan. “Aku mau ngajak kamu makan siang bareng.” Rama menyipitkan mata. Ini sejarah. Selama hampir empat tahun menikah, baru kali ini N
Leer más