Baru saja Rama meletakkan ponselnya dengan perasaan dongkol, layar itu kembali menyala. Nama Alya muncul di sana. Rama menarik napas panjang, ia tahu ini saat yang tepat untuk memainkan sedikit peran. "Halo, Bu," jawab Rama dengan suara yang sengaja dikeraskan dan ketus, seolah-olah amarahnya pada Nadia tadi masih meluap-luap. "Rama... Nak, Ibu minta maaf ya," suara Alya terdengar sangat lembut dan penuh sesal di seberang sana. "Ibu sebenarnya ingin memberitahumu soal rumah itu, tapi Nadia bersikeras ingin memberi kejutan. Ibu gak enak kalau harus melangkahi anak sendiri, apalagi kalian suami istri." Rama mendengus sinis, sengaja membuat suara yang menunjukkan ketidaksenangan. "Kejutan? Ini bukan kejutan, Bu. Ini namanya gak menghargai. Aku di Malaysia ini bukan sedang liburan, aku kerja keras buat masa depan. Tapi Nadia... dia seenaknya saja." "Iya, Ibu mengerti... Ibu tahu kamu lelah di sana. Jangan marah lagi ya? Nanti kalau kamu pulang, Ibu buatkan makanan kesukaanmu d
Last Updated : 2026-01-21 Read more