Aku benar-benar kehilangan akal sehat. Hasrat yang tertahan sejak di Malaysia meledak begitu saja. Aku menyambar pinggangnya, menariknya masuk ke dalam kamarku yang sempit, dan langsung memutar palang pintu kayu dengan kasar. Alya tak menunggu sedetik pun. Dengan gerakan agresif, ia menyentak kaos panjangnya hingga terlepas, membiarkan tubuh bagian atasnya hanya terbalut bra renda yang tampak sesak menahan asetnya yang besar. Ia mengalungkan tangan di leherku, menempelkan dada bulatnya yang bergoyang itu tepat di wajahku. "Kamu ingkar janji, Ram. Katanya mau memuaskan Ibu, tapi nyatanya kamu malah asyik bermain dengan istrimu," ucapnya mendayu, tapi ada nada cemburu yang tajam di sana. "Nadia yang mengajak, Bu. Aku hanya..." balasku mencoba membela diri sambil menelan ludah. "Oh, jadi kalau ada wanita lain selain Ibu yang mengajak, pasti akan langsung kamu iyakan juga, ya?" sindirnya sambil menyipitkan mata. Aku menggeleng pelan, "Bukan begitu maksudku, aku—" Ucapank
Última atualização : 2026-01-28 Ler mais