Setelah beberapa jam hanya diam duduk di kafe, menikmati momen yang tersisa, Rama akhirnya bangkit dan memutuskan untuk pulang. Sesampainya di hotel, saat ia baru saja hendak memasuki kamarnya, Rama berpapasan dengan seorang perempuan tua—wajah yang langsung ia kenali. Perempuan itulah yang pertama kali ia lihat saat menginjakan kaki di kuala lumpur. “Selamat malam, Puan,” sapa Rama ramah. “Hai, Encik Rama,” balas perempuan tua itu. Tatapannya tersenyum, namun sarat makna, sebelum ia melangkah pergi begitu saja. Rama terpaku sejenak. Ada sesuatu yang terasa janggal. Perempuan itu seolah mengenalnya—bukan sekadar tahu nama, melainkan tahu tentang dirinya. Padahal mereka baru bertemu. Bagaimana mungkin? batinnya bertanya-tanya. Ia menggelengkan kepala kuat-kuat, mencoba mengusir pikiran aneh yang terus berputar. Ah, sudahlah, gumamnya. Setelah berdebat dengan pikirannya sendiri, Rama akhirnya masuk ke kamar hotel, meninggalkan rasa heran yang masih menggantung di benaknya.
Última atualização : 2026-01-16 Ler mais