Lysandra menatap wajah Xylas sambil tersenyum. “Sepertinya kita harus beristirahat, Yang Mulia.”Xylas mengangguk setuju. Dia mengambil posisi untuk berjaga malam, menggantikan anggota rombongan mereka. Lysandra duduk bersila di dalam gua, jauh dari yang lain, berusaha menenangkan pikirannya.Dia fokus pada napasnya, lalu pada titik hangat di dadanya—Fons Lucis, mata air cahaya. Dia membayangkan dirinya melayang keluar dari tubuhnya, melalui terowongan gelap, menuju istana yang dia kenal dengan baik.Penglihatannya mulai aktif. Pandangan itu kabur pada awalnya, seperti melihat melalui air yang beriak. Kemudian, ia menjadi lebih jelas. Dia berada di Ruang Takhta Utara, tetapi sudah diubah. Warna perak dan biru es masih ada, tetapi sekarang dihiasi dengan bunga-bunga hitam yang aneh dan bunga es yang beracun. Di takhta perak duduk Clara, mengenakan gaun hitam yang dihiasi kristal seperti pecahan kaca. Wajahnya cantik namun dingin, seperti patung es.Di sebelah kirinya berdiri Astrid, ib
Última atualização : 2026-02-08 Ler mais