Kata kesayanganku yang keluar dari bibir Kaisar Xylas begitu terang-terangan, membuat baik Lysandra maupun Permaisuri Seraphina terkesiap. Bukan kata yang seharusnya diucapkan seorang Kaisar pada budaknya, melainkan terdengar seperti bahasa seorang pria posesif terhadap miliknya.Permaisuri Seraphina, bagaimanapun, adalah ahli dalam menyembunyikan ekspresi wajahnya. Dia dengan tenang menaruh cangkir tehnya. “Xylas, dengar baik-baik, Nak. Kau terburu-buru. Aku hanya mengundang Lyra untuk minum teh. Seorang tamu penting di istanaku, tentu saja harus kusambut.”“Ini bukan penyambutan, Ibu,” sergah Kaisar Xylas, melangkah masuk. Pengawalnya yang setia, Kapten Roland, berdiri tegang di belakangnya, tangannya menggenggam gagang pedang.“Ini bisa dikatakan penculikan. Pengawalku ditahan, keretanya dibajak. Ini tindakan permusuhan,” katanya.“Bahasa yang keras, Anakku,” sahut Janda Permaisuri, alisnya terangkat. “Aku hanya ingin mengen
Last Updated : 2025-12-22 Read more