Tiba-tiba, di luar tenda, teriakan prajurit membelah malam. Serangan telah dimulai. Namun di dalam tenda, pertempuran yang lebih halus dan berbahaya baru saja dimulai. Pertempuran antara kebenaran, kepercayaan, dan rahasia kematian yang menyatukan takdir seorang pelayan dan seorang Kaisar.Lysandra mendengar jeritan pertama di luar. Bukan jeritan manusia, tetapi suara parau yang tak wajar, memekakkan telinga. Xylas sudah berdiri di depan pintu tenda, pedangnya terhunus, siluetnya tegak melawan kegelapan yang bergerak-gerak di balik kain terpal.“Jangan keluar dari tenda,” perintahnya tanpa menoleh. Suaranya dingin, berbeda dengan bisikannya yang lembar saat menenangkan Lysandra dari mimpi buruk semalam. “Apa pun yang terjadi, apa pun yang kau dengar, tetap di sini.”Sebelum Lysandra bisa mengucapkan sepatah kata pun, Xylas sudah melesat keluar, menyatu dengan malam. Suara benturan pedang, teriakan perintah, dan raungan tak bernyawa segera me
ปรับปรุงล่าสุด : 2025-12-27 อ่านเพิ่มเติม