HATI YANG MULAI MENGHANGAT ☘️☘️☘️ Anasera merapikan selimut kecil yang menutupi tubuh putranya. Bocah lima tahun itu telah terlelap, napasnya teratur, satu tangan masih menggenggam ujung bantal seolah takut kehilangan mimpi. Anasera duduk di tepi ranjang beberapa detik lebih lama, menyingkirkan anak rambut dari kening sang anak, lalu mengecup pelan dahinya. Di kamar itu, lampu temaram menjaga keheningan, menyisakan rasa aman yang selalu ia upayakan sendirian. Ia berdiri perlahan, mematikan lampu kamar, dan menutup pintu tanpa suara. Langkahnya menyusuri lorong rumah terasa lebih berat dari biasanya. Di dapur, ia menyalakan kompor kecil, menuang air panas ke dalam cangkir. Teh celup itu dibiarkannya terendam sejenak, uapnya naik tipis- hangat, sederhana, seperti hal-hal yang ingin ia pertahankan malam ini. Ia tahu Rai menunggu di ruang tamu, sama seperti sejak mereka pulang dari restoran Jepang tadi, setelah Rai mengantar mereka tanpa banyak tanya. Cangkir itu digenggamnya erat
Terakhir Diperbarui : 2026-01-07 Baca selengkapnya