KEBENARAN YANG MEMBUSUK ☘️☘️☘️ 5 tahun yang lalu... Koridor kantor itu dingin, begitu dingin hingga Anasera merasakan bulu kuduknya meremang. Ia tak pernah suka datang, ke kantor Ardian, tapi pagi itu ia memaksakan diri. Perutnya sudah membengkak lima bulan, dan tubuhnya makin mudah lelah. Namun sejak pertengkaran besar sebulan sebelumnya, Ardian semakin sulit di hubungi- dan semalam ia tak pulang sama sekali. " Dia lembur," katanya selalu. " Banyak proyek," katanya. " Ada klien penting," katanya. Tapi firasat Anasera menolak percaya. Ia membawa bekal hangat- usaha kecil untuk memperbaiki keadaan. Mungkin, ia berharap, Ardian luluh. Namun saat ia melangkah di ruangan direktur, langkahnya berhenti. Pintu sedikit terbuka. Desahan penuh hasrat. Desahan yang bukan sesuatu yang harus dia anggap sesuatu yang positif. "...kamu nakal, sayang." Suara perempuan itu manja- sekretaris Ardian, Livia. " Tapi aku suka," suara Ardian terdengar rendah, penuh godaan yang ta
Last Updated : 2025-12-12 Read more