Elang menghentikan laju mobilnya tepat di depan pintu lobi. Iwan mengangguk, menyapa sang Bos setelah beberapa hari ini tak bertemu. Dengan sigap, Iwan membukakan pintu kemudi. Elang keluar dengan aura dingin yang langsung menyergap lobi, menyerahkan kunci mobil sport-nya kepada satpam tanpa menoleh sedikit pun.Dinara ikut keluar dari pintu sebelah, mencoba merapikan rok kerjanya yang sedikit kusut akibat perjalanan tadi. Ia berusaha mengatur nafas, menetralkan debaran jantung yang masih tersisa akibat cubitan di pipinya saat di mobil tadi.“Pagi, Pak Elang. Pagi, Mbak Dinara,” sapa Iwan ramah.“Pagi, Mas,” jawab Dinara singkat dengan senyum kaku.Elang tidak membalas sapaan itu dengan kata-kata, ia hanya mengangguk tipis sambil terus melangkah masuk ke dalam gedung. Langkah kakinya yang lebar dan tegas membuat Dinara harus sedikit berlari kecil untuk mengimbangi.Beberapa staf yang berpapasan di lobi tampak menepi, memberikan jalan sambil mengangguk hormat. “Pagi, Pak Elang... Pagi,
Leer más