Dinara mengusap sisa air mata di pipinya, mencoba mencari sisa-sisa harga diri yang masih tersisa di hadapan Julia. Ia menarik nafas panjang, berusaha menenangkan gejolak di dadanya.“Gue nggak akan selamanya begini, Jule. Gue janji,” bisik Dinara, suaranya kini terdengar lebih stabil meski masih parau.Julia menyipitkan mata, masih dengan sisa kemarahan yang tertahan. “Janji gimana, Din? Gue takut, lo menghancurkan diri sendiri...”“Gue tahu batas gue. Gue tahu suatu saat nanti dia akan bosan, atau mungkin dia akan memilih untuk benar-benar memperbaiki hubungannya dengan istrinya. Saat hari itu tiba, gue sendiri yang akan melangkah mundur. Gue bakal pergi dari kantor, dari hidup dia, sejauh mungkin.”“Kapan, Din? Nunggu lo hamil dulu? Nunggu lo kena masalah besar?” desak Julia.“Gue nggak tahu kapan Jule, tapi pasti akan ada titik baliknya. Untuk sekarang... tolong biarkan gue menikmati ini sebentar lagi. Anggap saja ini cara gue membayar rasa cinta yang salah ini,” ujar Dinara pelan
Leer más