Ara menutup mata, napasnya masih tersengal, tubuhnya menempel sempurna di dada Arcel. Sementara itu, Arcel menahan dirinya sekuat tenaga agar tidak kehilangan kontrol. Malam ini bukan tentang terburu-buru, tapi tentang mengenal setiap detik, setiap napas, setiap getaran yang ada antara mereka.“Baby girl…” bisik Arcel, suaranya serak, hampir pecah, “kau tahu aku nggak bisa berhenti menatapmu.”Ara membuka mata, menatapnya, mata mereka bertemu dalam intensitas yang membuat dunia di luar hilang. “Aku nggak ingin kau berhenti,” jawabnya lembut tapi penuh tantangan, “aku ingin kau tetap di sini, di sampingku, sekarang dan selamanya.”Arcel menarik Ara lebih dekat, menundukkan kepala hingga dahi mereka bersentuhan. Tangan Ara bergerak menelusuri punggungnya, merasakan setiap otot yang menegang karena menahan gairah. “Setiap kali aku memegangmu…” suara Arcel rendah, “rasanya aku ingin kau tetap di sisiku selamanya. Tapi aku juga ingin kau tahu, aku bukan orang yang mudah dikalahkan, baby.
Terakhir Diperbarui : 2025-12-25 Baca selengkapnya