Di balik pintu kokpit yang terkunci, gairah antara Mahes dan Emma masih meledak-ledak di bawah pendar instrumen navigasi yang berkedip. Namun, di lorong kabin yang sunyi, sebuah drama lain sedang terajut. Anton, sang kopilot, melangkah keluar dari galley dengan secangkir kopi panas di tangannya. Namun, saat melewati pintu ruang privat Rose yang sedikit terbuka karena guncangan turbulensi ringan, langkah Anton terhenti seketika. Gelas kopi di tangannya nyaris terlepas. Ia mendengar suara Rose yang terdengar sangat serius, jauh dari kesan remaja lugu yang biasanya ia tunjukkan di depan publik. Ia mendengar bisikan yang sangat sensual, sebuah nada suara yang sangat akrab di telinganya—bukan karena ia sering mendengarnya dari Rose, tapi karena nada itu adalah duplikat sempurna dari cara Emma Laurent memanipulasi pria.Anton berdiri mematung di lorong. Ia menyadari bahwa Rose, yang mewarisi kecerdasan dan ambisi Nyonya Emma, sedang mencoba meyakinkan Pierre untuk melakukan sebuah aliansi
Read more