Pagi hari, suasana di dalam mobil menuju rumah sakit di tengah pusat kota Paris terasa jauh lebih kaku dari biasanya. Emma duduk dengan anggun, sesekali melirik Mahes melalui spion tengah, namun Mahes tetap fokus pada kemudi dengan wajah datar yang sulit dibaca. Sementara itu, Rose duduk terdiam, masih mengenakan jaket milik Mahes yang semalam ia peluk erat, sebuah detail yang tidak luput dari pandangan tajam ibunya.Setibanya di ruang VIP rumah sakit, mereka mendapati Pierre sedang bersandar di ranjang dengan pelipis yang diperban putih bersih. Meski terlihat pucat, wajahnya langsung cerah saat melihat Rose masuk."Are you okay, Rose" ujar Pierre dengan nada penuh penyesalan. "I'm sorry... I was such a loser last night."“No, Pierre, everything that happened last night was not entirely your fault,” balas Rose tak ingin menyalahkan Pierre.“Then, how about you? Are you okay?”Pierre mengangguk, mengatakan bahwa ia baik-baik saja, luka di pelipisnya hanya ringan, tidak parah.Sementara
Read more