Emma melangkah menjauh dari keramaian Rose dan Pierre, menuntun Mahes ke balik sebuah tanjung kecil yang tertutup pepohonan rimbun. Di sana, pantai terasa jauh lebih privat, hanya ada suara deburan ombak yang menghantam karang dan kicauan burung tropis.Emma melepaskan pakaian luarnya tanpa ragu, menyisakan pakaian dalam yang melekat indah di tubuhnya, membiarkan kulitnya yang halus terpapar sinar matahari pagi yang hangat. Ia menoleh ke arah Mahes, menantangnya dengan tatapan lembut. "Airnya sangat jernih, Mahes. Ayo, lupakan sejenak beban di pundakmu."Mahes terdiam sejenak, sisi profesionalnya sempat menahan diri, namun melihat ketenangan di wajah Emma, ia pun luluh. Ia membuka seragam kaptennya, menyisakan hanya celana boxer yang memperlihatkan tubuh tegap dan atletisnya hasil dari latihan bertahun-tahun. Saat mereka melangkah masuk ke dalam air biru toska itu, ombak menyapu tubuh mereka, memberikan sensasi dingin yang menyegarkan sekaligus intim."Terima kasih, Mahes," bisik Emma
Mehr lesen