Happy Reading ☺️Nadira mulai menyadari perubahan itu dari hal-hal kecil.Tatapan yang tertahan terlalu lama.Percakapan yang mendadak terhenti saat ia mendekat.Dan bisik-bisik yang mereda ketika ia menoleh.Ia bukan orang baru di perusahaan ini. Selama hampir dua tahun, ia terbiasa menjadi sosok yang nyaris tak terlihat—efisien, rapi, profesional. Namun kini, keberadaannya seolah lebih disorot.Bukan karena kesalahan.Melainkan karena kedekatan.Pagi itu, Nadira membawa berkas ke ruang kerja Arka seperti biasa. Ketika ia keluar, ia menangkap pandangan Alena—kepala divisi marketing—yang berdiri tak jauh dari sana, memegang tablet di dada.Alena tersenyum. Senyum sopan. Terlalu sopan.“Nadira,” sapa wanita itu. “Kamu kelihatan sibuk akhir-akhir ini.”“Memang,” jawab Nadira singkat, membalas dengan senyum profesional.“Pak Arka sering minta kamu langsung, ya?” lanjut Alena, nada suaranya terdengar ringan, tapi matanya tajam mengamati.Nadira menahan napas sesaat. “Saya sekretaris belia
Last Updated : 2026-01-17 Read more