“Tapi, Dok. Saya mau calon suami saya yang diperiksa lebih dulu. Kebetulan, dia juga perokok dan pemabuk berat, hampir minum wine dan vodka setiap malam. Jadi, saya ingin lihat, apakah spermanya bagus atau tidak? Jangan-jangan, dia yang bermasalah dan tidak bisa membuahi sel telur saya nantinya.”Felice menyeringai, sebuah ekspresi kemenangan yang muncul di tengah kegelisahannya. Ia menoleh ke arah Michael dengan tatapan menantang, seolah-olah baru saja menemukan kartu as untuk membalikkan keadaan—menjatuhkan pria itu.Sambil menjeda kalimatnya, Felice memberikan tatapan meremehkan dari ujung rambut hingga ujung kaki Michael. Karena dengan cara begitu, ia bisa melukai harga diri pria itu.“Jangan sampai hanya menyalahkan rahim saya, padahal mungkin saja calon pengantin pria ini yang spermanya tidak punya ‘tenaga’ untuk memberikan keturunan. Apakah benihnya setangguh sikap angkuh dan arogan yang selama ini dia tampilkan, atau justru … berbanding t
Last Updated : 2026-02-12 Read more