Beberapa hari kemudian, Airin melakukan rutinitas seperti biasanya. Setelah selesai menata makanan di meja dan baru saja ia akan memanggil Adrian ke kamar, namun pria itu lebih dulu turun dan sudah terlihat rapih dengan jas formal kantornya. "Mas kamu sudah bangun? Tadi baru saja mau bangunin kamu, lihat ini aku sudah siapin makanan kesukaan mu," Airin mengulum senyum tipis, lalu memperlihatkan roti bakar dan segelas kopi susu hangat. Adrian hanya duduk dengan raut wajah datar tanpa bicara sepatah kata pun, membuat Airin sedikit sedih karena dia tahu pasti suaminya masih marah, tapi berusaha mencoba untuk mencairkan suasana di antara mereka. "Mas, mau aku bantu buat potongin roti bakarnya?" Tanya Airin menawarkan diri. Adrian pun tak lama beranjak dari tempat duduknya, setelah mencicipi roti dan kopi hangat kesukaannya. "Tidak perlu, aku harus pergi sekarang." Ketusnya lalu berjalan ke arah pintu. Airin masih berdiri mematung, entah kenapa merasa jika suaminya seperti menghindar.
Última atualização : 2026-01-30 Ler mais