Suara lembut Airin membuyarkan Raditya, perlahan lelaki itu memutar badan. "Nona Airin, tidak di sangka ternyata anda datang ke sini juga."Airin menelan saliva, tubuhnya gemetar sampai kedua tangannya meremas ujung dress, lalu berusaha mengangkat wajah menatap Radit. "Iya, bisakah anda menepati janji akan mengembalikan jam itu?" Pinta Airin tanpa ragu, menatap penuh harap. Raditya menyeringai, dia berjalan mendekati Airin yang berdiri di depannya. Baru kali ini dia melihat seorang wanita begitu effort memohon demi jam tangan untuk suaminya. "Bagaimana kondisi kesehatan mu nona Airin? Kalau benar jam ini milik mu aku bisa kembalikan, tapi tentu saja ada saru syarat." Bisiknya menatap penuh arti, sembari mendengus harum tubuh Airin yang tak pernah berubah dari dulu. Kening Airin berkerut rapat, tubuhnya reflek menjaga jarak. Ia tidak mengerti apa yang di katakan oleh Raditya saat ini. "Maksud anda apa Dokter? Itu jam tangan saya hak saya kenapa harus ada syarat, dan tolong jangan
Última atualização : 2026-01-06 Ler mais