Suasana di meja makan terasa sangat berbeda, tidak sehangat satu tahun lalu penuh keromantisan. Sekarang hanya ada suara sendok dan garpu."Mas, ini steaknya. Aku ambilin ya," Ucap Airin menawarkan, seraya mengulum senyum manis lalu menyimpan makanannya di atas piring. Adrian hanya mendelik, lalu kembali fokus makan. Nyonya Rosa hanya tersenyum sinis. Ketika melihat effort Airin yang tak di gubris oleh putranya. "Heh, kamu pikir suami akan bahagia kalau hanya di masakin saja? Kau terlalu naif Airin sekarang gimana kondisi kesehatan mu? Jangan sampai uang Adrian habis tidak jelas karena pengobatan mu?!" Airin diam tertunduk sedih, rasanya sudah tidak punya alasan lagi untuk meyakinkan ibu mertuanya. "Aku masih berusaha Bu, doain aku ya biar cepat sembuh." "Heh, omong kosong."Adrian beranjak dari tempat duduknya, karena merasa bosan dengan perdebatan ibu dan istrinya. "Nak, kamu mau kemana?" Nyonya Rosa menatap heran, karena tidak biasanya putra kesayangannya makan sedikit. "Aku
Last Updated : 2026-02-11 Read more