Compartir

Bab 36

Autor: Nn_Effendie
last update Última actualización: 2026-01-26 22:53:57

Kedatangan Lintang di restoran menggemparkan semua orang yang hadir bagi para karyawan juga termasuk Jose. Kabar tentang gadis yang menghilang tanpa kabar telah berhembus kencang tak ada satupun yang tidak tahu sebab hilangnya gadis itu.

Dan mereka kompak mencari lintang secara bergantian dimanapun, sebar foto, media sosial namun tak membuahkan hasil bahkan Jose sudah melaporkan ke pihak berwajib tapi tidak mendapatkan kabar sedikit pun selama dua bulan lamanya.

Dan sekarang gadis itu datang
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Gadis Bisu Tahanan Mafia   Bab 50

    “Nona, atas nama Tuan, saya meminta maaf. Beliau selalu kasar padamu.”Aku hanya diam, menatap hamparan mawar dari balik jendela dengan tatapan kosong. Di tengah ruangan, Rendi sibuk mengganti seprai. Suaranya mengalun pelan, namun entah mengapa, aku menangkap nada kesungguhan yang ganjil di sana.“Tuan memang keras, tapi semua itu ada sebabnya,” lanjutnya lagi. Aku tetap tak bergeming. Namun saat aku menoleh, dia rupanya sudah menatapku lebih dulu.“Tuan tidak menyukai pembangkangan. Kebetulan, Nona selalu melawan dan memancing amarahnya. Itulah yang membuatnya bertindak lebih kasar.”Cih. Aku mendengus sinis. Dia bilang aku yang memancingnya? Bahkan sejak detik pertama aku menginjakkan kaki di neraka ini, pria itu sudah hampir membunuhku dengan siksaannya. Dia binatang. Monster menjijikkan yang bersembunyi di balik setelan mahal.Tatapanku menajam. Selama hampir sebulan ini, Rendi adalah satu-satunya wajah yang rutin kulihat. Dia yang memberiku makan, mengganti seprai, atau sekadar

  • Gadis Bisu Tahanan Mafia   Bab 49

    Lintang terbangun dengan rasa frustrasi yang menggantung. Pikirannya hancur berantakan, sama seperti hatinya. Ia memikirkan bagaimana nasib Damar dan Ema, juga kekasih serta sahabatnya, Sasa. Semuanya bercampur menjadi satu, menyesakkan dada."Aw, milikku sakit," rintihnya pelan.Ia bangkit, melangkah menuju kamar mandi yang letaknya sedikit jauh. Kamar Eden selalu gelap, dan Lintang sudah terbiasa dengan kegelapan itu. Dengan langkah tertatih, ia memasuki kamar mandi.Bersandar pada wastafel, Lintang menatap pantulan dirinya di cermin. Kantung mata hitam, rambut berantakan, sudut bibir pecah dan berdarah, serta wajah yang sama sekali tidak memancarkan aura kehidupan. Ia terlihat semakin kurus setiap harinya. Tulang selangkanya menonjol dan garis pipinya semakin tirus.Tangannya menengadah, menyiramkan air dingin ke wajahnya yang kuyu. "Bagaimana bisa semua ini menimpaku?"Tubuhnya luruh, jatuh ke lantai dengan rasa putus a

  • Gadis Bisu Tahanan Mafia   Bab 48.

    Setelah menyiksa Lintang seminggu terakhir, kini Eden kembali menginjakkan kakinya di perusahaan. Namun, baru saja tiba di lobi, pemandangan Julia dan Arthur yang bercumbu panas membuat darahnya mendidih.Langkahnya kian cepat. Begitu sampai di dekat mereka, Eden menarik tangan Arthur dengan kasar lalu melayangkan tonjokan keras ke wajah pria itu.Serangan tiba-tiba itu mengejutkan semua orang. Beberapa karyawan yang sedang melintas langsung menghentikan langkah mereka. Napas Eden memburu, ia menatap bengis Arthur yang terjerembab di lantai. Pria itu menyeka sudut bibirnya yang berdarah, matanya menatap Eden dengan penuh kebencian.Julia yang menyadari perlakuan mengejutkan Eden langsung membantu Arthur berdiri, lalu menatap sang anak dengan tajam."Apa yang kamu lakukan, Eden?!" teriaknya penuh amarah.Suara Julia memancing perhatian. Dalam sekejap, mereka dikelilingi oleh para karyawan yang penasaran."Kau merebut kursi kuasaku, dan sekarang kau mengotori perusahaanku dengan hal men

  • Gadis Bisu Tahanan Mafia   Bab 47. Alex

    Penyiksaan belum usai.Setelah Damar, Lintang diseret menuju tempat di mana Ema berada. Wanita itu terlihat sangat lemah, bahkan sekadar bernapas saja tampak kesulitan.Lintang spontan berlari menghampirinya, namun tarikan kasar dari Eden membuat tubuhnya terhempas dan menubruk tubuh besar pria itu. Tatapan tajam dari Eden seolah memperingatinya, membuat Lintang seketika patuh.Namun pandangannya terus terpaku pada Ema yang terbaring di ranjang seperti pasien rumah sakit. Wanita itu memang mengenakan pakaian pasien, benar-benar seperti orang yang sedang dirawat – tapi yang terjadi di ruangan ini sungguh berbeda dengan rumah sakit yang sebenarnya.Di sisi kanan ranjang, seorang pria memegang pisau yang sangat tajam. Kilauan logamnya menyilaukan mata Lintang. Setelah menatap Eden sebentar, tangannya perlahan bergerak menuju tubuh lemah Ema yang masih memejamkan mata.Ruangan ini lebih tenang dan sunyi ketimbang tempat Damar. Sekecil apapun gerakan terasa begitu nyaring di telinga, seper

  • Gadis Bisu Tahanan Mafia   Bab 46. Cambuk

    Ctass!! Ctass!! Ctass!! Cambuk itu terus melayang ke tubuh Damar. Tubuh tuanya meringkuk menahan sakit tak terkira. Wajahnya membengkak, dan sudut matanya basah. Saat matanya yang redup melirik ke arahnya, kilatan frustasi semakin membuat Lintang terluka. Tangannya terangkat seolah meminta pertolongan, dan lututnya membentur lantai. Wajahnya menunduk sambil air mata mengalir, namun sedikitpun Eden tak meliriknya. Tatapan pria itu penuh kepuasan saat pengawalnya menyiksa Damar tanpa ampun. “Kau mau melihat yang lebih menyenangkan lagi?” Tanya Eden serak. Lalu tanpa aba-aba menyeret tubuh Lintang memasuki penjara di mana Damar tergeletak. Eden mengambil alih cambuk dari pengawalnya lalu satu tangannya mengodenya untuk mendekat. Lintang bingung, namun tak ayal ia mendekat. “Kenapa?” Tanyanya penuh takut. Tubuhnya memberontak ingin menolong Damar yang hampir kehilangan sadar, namun seperti disihir ia tak bisa bergerak selain patuh pada Eden. “Mendekatlah dan pegang

  • Gadis Bisu Tahanan Mafia   Bab 45.

    Semalam penuh dengan penderitaan tak berkesudahan. Eden menyetubuhi Lintang tanpa ampun, tak peduli pada tangisan dan rayuan yang keluar dari bibir gadis itu. Setiap sentuhan pria itu terasa seperti luka baru yang menusuk dalam, membuat Lintang terkoyak di antara rasa sakit dan ketidakberdayaan.Saat matahari mulai menyingsing dari celah tirai kamar, tubuh Lintang terasa lemas layaknya kain basah yang tergeletak di atas kasur. Kulitnya dipenuhi bekas merah akibat cengkeraman dan luka yang dibuat Eden.Eden sudah bangun dan mengenakan pakaiannya kembali. Ia berdiri di sisi ranjang, menatap dingin Lintang yang masih terkulai lemah. Tanpa berkata apa pun, pria itu berjalan keluar kamar, meninggalkan kesunyian yang menusuk serta rasa haus dan lapar yang menyiksa tubuh Lintang.Di luar kamar, Eden bertemu Rendi yang masih terjaga dan gelisah. "Mulai sekarang tugasmu memantau keadaannya. Jangan biarkan siapa pun memasuki kamar ini selain kau dan aku," ujar Eden dengan nada tegas yang tak bi

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status