Bersamaan itu, pesan di WhatsApp berbunyi:[Tiket pesawat sudah dibeli, sebulan lagi.][Sampai jumpa di Pravisio.]Malam itu aku masih bermimpi tentang Ervando.Ervando waktu kecil sangat pandai merayu."Dik Vina, matamu cantik sekali, bolehkah aku sering menatapnya sambil berbicara denganmu?""Dik Vina, permainan pianomu indah sekali, bolehkah aku datang setiap hari mendengarkan konsermu?""Dik Vina, aku paling menyukaimu! Kalau sudah besar, aku mau menikah denganmu!"Aku juga menyukai Ervando.Kami duduk sebangku di sekolah.Sepulang sekolah, kami juga selalu bermain bersama.Bahkan ketika orang tuaku mengalami kecelakaan mobil, aku berada di mobil keluarganya.Aku sedang bermain batu-gunting-kertas dengannya.Akan tetapi, dua mobil itu terlalu dekat.Aku benar-benar menyaksikan truk besar itu menerobos jalan di depanku.Braakkkkk!Seketika, ayahku, ibuku, kakakku, bahkan anjing kecil yang kubesarkan sejak kecil, semuanya berjuang di lautan api.Untuk waktu yang lama, tenggorokanku t
Magbasa pa