Share

Bab 4

Author: Macha
Aku menahan gemetar di sekujur tubuh, menunggu Ervando.

Bahkan sempat khawatir, saat Ervando muncul, apa aku akan bersikap menuruti kebiasaanku bertahun-tahun, menghancurkan pertahanan batin yang dengan susah payah kubangun selama sebulan ini, lalu menerjang ke dalam pelukannya sambil menangis.

Namun dia tidak datang.

Dia meneleponku.

Saat telepon terhubung, di ujung telepon sana sangat riuh.

"Penebusan apaan itu! Omong kosong!"

"Beberapa tahun itu aku sudah muak setengah mati padanya! Kalau bukan karena ibuku memaksa, aku malas peduli padanya!"

"Menikah? Kalian tahu kenapa menikah begitu cepat?"

"Bukan apa-apa, karena dia nggak membiarkan aku menyentuhnya!"

"Aku cuma penasaran, bukankah dia kalau emosinya naik langsung kena gangguan bicara? Kalau di ranjang gimana? Dia bisa bersuara nggak, hahahaha."

Guruh menggelegar ....

Seolah-olah ada sesuatu, pada hari hujan badai seperti ini, kembali tercabik hingga hancur.

Aku ingin bersembunyi.

Aku tidak ingin siapa pun melihat keadaanku yang memalukan.

Namun, ke mana aku harus bersembunyi?

Di mana pun, hujan ada di mana-mana, petir ada di mana-mana.

Tawa ejekan ada di mana-mana...

Telepon dari Shane masuk tepat saat itu.

"Vinadya?"

Suaranya selalu tenang.

Membuat semua kebisingan itu seakan menjauh seketika.

"Kamu menangis?"

Aku ingin mengatakan tidak.

Namun aku tidak bisa mengeluarkan suara.

Air mata seolah ingin menanggapi kata-katanya, bagai bendungan yang jebol, mengalir deras tanpa bisa ditahan.

"Tunggu di situ."

Dia tetap tenang. "Aku akan menjemputmu."

Tuan muda kedua Keluarga Zorias ternyata kembali melajang.

Sekelompok pria muda bangsawan mengadakan "pesta lajang", mabuk-mabukan di KTV sampai melupakan segalanya.

Semuanya pun tumbang berderetan.

Entah sudah jam berapa, seseorang dengan setengah sadar meraba ponsel.

"Astaga! Berita besar nih!"

Teriakan itu membangunkan beberapa orang.

"Bos besar Grup Furshan yang begitu terpandang, ternyata muncul di Harosha!"

"Dia sampai kembali malam itu juga dengan pesawat pribadi!"

Ada seseorang yang dengan bingung mengibaskan tangan.

"Nggak mungkin. Bukankah katanya dia dirawat di luar negeri? Sudah sepuluh tahun nggak terlihat."

"Serius! Sudah masuk trending!"

Ponsel berpindah tangan.

Suasana yang sempat dingin kembali ramai.

"Benar-benar dia! Bahkan memeluk seorang gadis! Katanya pulang semalaman untuk membawa gadis itu ke luar negeri!"

"Wah, humas saja belum sempat bergerak, ini seberapa mendesaknya?"

"Aku lihat, aku lihat!"

"Ck, gadis ini ... kenapa kelihatannya agak familier ya ...."

"Kak Ervan, Kak Ervan!"

Seseorang mendorong Ervando. "Kamu lihat yang dipeluk Shane ini, mirip nggak dengan ... Kakak Ipar?"

Sebenarnya Ervando sudah lama terbangun.

Namun dirinya tidak suka menonton hiruk-pikuk Keluarga Furshan.

"Nggak mungkin itu kakak iparmu."

Dengan kesal dia mengambil ponsel itu. "Kakak iparmu bahkan nggak berani keluar dari Harosha, apalagi ke luar negeri ...."

Namun begitu melirik foto itu, Ervando tiba-tiba tertegun.

Hujan deras mengguyur bandara.

Di bawah payung hitam, terlihat sosok pria bertubuh tinggi ramping, wajahnya dingin dan tegas.

Dirinya sedang melindungi gadis dalam pelukannya tanpa celah sedikit pun.

Namun Ervando terlalu mengenal Vinadya.

Posturnya, warna rambutnya ....

Tidak mungkin.

Ervando pun membanting ponsel dengan keras.

Bagaimana mungkin Vina mengenal Shane?

...

Malam ini wanita itu bahkan mengajak Ervando ke apartemennya.

Mungkin karena sebulan tidak bertemu dengannya, si wanita sangat merindukannya.

Ervando menarik sebatang rokok dari kotaknya.

Menyalakannya.

Lalu mengeluarkan ponselnya sendiri.

Membuka kontak Vinadya, hendak menekan tombol panggil.

Tapi sekilas dia melihat waktu di layar.

Pukul tiga dini hari.

Sudahlah, jam segini Vinadya pasti sedang tidur.

Namun ....

Tak peduli jam berapa, teleponnya pasti akan diterima Vina.

Ervando pun menyalakan kembali layar ponsel.

Menekan tombol panggil.

"Maaf, nomor yang Anda tuju tidak terdaftar."
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Cahaya Hidupku   Bab 14

    Saat agak besar, yang paling disukai adik itu adalah kelinci berwarna pink.Dia sering berkata bahwa dirinya datang dari planet kelinci untuk menyelamatkan dunia.Namun dia tampaknya tidak begitu beruntung.Ibunya meninggal saat melahirkannya.Saat berusia delapan tahun, ayahnya meninggal.Dia menyaksikan dengan mata kepala sendiri kakaknya berhadapan dan bertarung dengan paman-pamannya yang mengincar kekuasaan.Dirinya sudah lelah menyaksikan semua itu.Dia datang untuk menyelamatkan dunia, maka dirinya tak boleh menjadi beban bagi kakaknya.Karena itu, saat disiksa oleh para pelayan, dia diam saja.Saat diejek dan dirundung di sekolah karena gangguan bicara, dia hanya tersenyum pada Shane.Yang memiliki gangguan bicara sebenarnya bukan Shane.Melainkan dia.Untuk menyembunyikan penyakitnya, dia sering menulis catatan kecil untuk Shane.[Kak, sekolah lebih menyenangkan, liburan musim panas ini aku nggak pulang ya, kamu jaga diri baik-baik!][Kak, aku dapat teman baru lagi, hari ini ha

  • Cahaya Hidupku   Bab 13

    "Aku mengatakan hal-hal itu pada Serina karena sesaat aku kehilangan akal sehat. Itu karena ... ya, dia licik! Dia yang menggoda aku!""Aku juga nggak serius ingin bercerai darimu.""Bukankah aku sudah bilang akan memberi dirimu kejutan? Aku berencana melamarmu lagi keesokan harinya.""Vina, semuanya hanya kebetulan yang salah!""Malam itu aku juga berniat ke apartemen mencarimu ....""Itu Jefrie si bodoh yang memaksa dan mengajakku minum!""Ya, semuanya salah orang lain."Aku menunduk menatap air matanya. "Kondom itu orang lain yang memasukkannya ke sakumu.""Kasur itu orang lain yang mendorongmu untuk naik.""Semua kata yang merendahkan dan menghinaku itu juga karena kerasukan setan, baru bisa keluar dari mulutmu."Aku mengucapkan kalimat sepanjang itu, ternyata tanpa terhenti sama sekali."Ervando, kamu hanya merasa aku nggak bisa hidup tanpamu.""Karena itu kamu meremehkan, mengabaikan, dan memandang rendah.""Mengejek dan menekanku, sudah menjadi satu-satunya cara bagimu mencari r

  • Cahaya Hidupku   Bab 12

    Di telingaku berdengung.Darah dan emosi melonjak naik.Ternyata benar, itu Ervando.Dia membawa sekelompok seleb internet yang sedang mengadakan siaran langsung, berdiri di depan rumahku dan Shane."Pihak Furshan bertindak sewenang-wenang, mohon kalian semua jadi saksi! Hari ini aku harus bertemu istriku!"Aku meraih berkas-berkas yang sudah kucetak sebelumnya dan berlari ke bawah.Sama sekali lupa bahwa semua pelayan sudah kusuruh keluar untuk berbelanja.Di rumah hanya tersisa aku sendirian.Sama sekali lupa bahwa setelah kecelakaan, wawancara dalam jumlah besar pernah menimbulkan luka sekunder bagiku.Menghadapi kamera, aku tak bisa mengucapkan sepatah kata pun.Ternyata, saat ingin melindungi sesuatu, kekuatan seseorang bisa sebesar ini.Aku langsung membuka pintu utama."Vina ...." Ervando tampak sangat gembira.Belum sempat dia mengucapkan kata kedua, aku melangkah maju dan menamparnya."Ervando! Berkacalah dulu dan sadar diri sedikit! Siapa yang membuatmu sebegitu pede sampai m

  • Cahaya Hidupku   Bab 11

    Aku buru-buru menekan tombol lantai minus satu.Sebelum pintu lift menutup, Shane dengan sengaja bersikap kejam.Mencubit daguku, tepat di depan Ervando.Lalu menciumku dengan lebih kuat.Kabarnya Ervando dikurung oleh Keluarga Zorias.Ponsel dan komputernya disita, semua alat komunikasi diputus.Dia dipaksa bersumpah, berjanji tidak akan lagi menggangguku, barulah dilepaskan.Aku ikut Shane kembali ke ibu kota.Awalnya kami berencana mengesahkan akta nikah, tetapi Shane merasa merepotkan, jadi langsung pergi ke Kantor Catatan Sipil dan mengambil satu lagi akta nikah.Aku juga sudah bertemu dengan teman-teman dan keluarganya.Sama seperti yang beredar dalam rumor.Dia adalah putra sulung sekaligus cucu sulung, tetapi ibunya meninggal lebih awal, dan ayahnya wafat mendadak karena serangan jantung saat dia berusia delapan belas tahun.Paman-pamannya kini sudah tidak punya peluang apa pun, dan bersikap sangat sopan kepadaku.Teman-temannya juga semuanya sopan dan beradab.Hanya ada satu o

  • Cahaya Hidupku   Bab 10

    "Nanti istrinya juga akan datang.""Kamu yang manis sedikit, kalau mempermalukan Keluarga Zorias, ibu dan kakakku nggak akan membiarkanmu begitu saja!"Sambil berkata begitu, Ervando meraih tanganku.Aku langsung menepiskannya."Vinadya!"Suaranya tidak kecil.Cukup banyak orang menoleh.Shane juga menoleh, sorot matanya menggelap."Ervan, ribut apa ini?"Bu Hilda memanggil Ervando, tetapi yang dirinya tatap dengan tidak puas justru aku.Kakak sulung Ervando mengerutkan dahi dan melirikku sekilas, lalu tersenyum ke arah Shane."Nyonya Furshan seharusnya sudah sampai? Perlu aku turun menjemput?"Ada suara bisikan pelan.Ervando mendengus kesal,"Sudah kubilang jangan ribut, jangan ribut, sekarang puas?""Ini pertama kalinya kamu ketemu begitu banyak kerabat Keluarga Zorias, mau kasih kesan seperti ini ke orang-orang?"Ya.Menikah tiga tahun, ini baru pertama kalinya aku bertemu seluruh Keluarga Zorias."Vina." Shane tiba-tiba memanggilku."Kemarilah."Di antara dia dan Bu Hilda, tersisa

  • Cahaya Hidupku   Bab 9

    Shane bukan sekadar menyuruh orang mengantarkan "beberapa" gaun.Deretan gantungan pakaian yang penuh, ditambah sepatu yang serasi, perhiasan, serta para penata rias.Satu ruangan penuh sesak.Melihat betapa seriusnya dia, aku juga tidak berani bersikap asal-asalan.Aku bolak-balik ganti pakaian, memilih hampir semalaman.Akhirnya aku tetap memilih satu set tampilan yang terlihat penurut dan berprofil rendah.Untungnya Shane juga tidak pulang.Dia sudah sepuluh tahun tidak pulang ke tanah air, dan jarang sekali sampai datang sendiri ke cabang perusahaan di Harosha.Jadi tingkat kesibukannya bisa dibayangkan....Keesokan harinya, aku tidur lagi hampir setengah hari.Ketika bangun, hari sudah sore.Setelah ganti baju dan berdandan, pesan dari Shane kebetulan masuk."Aku sudah suruh sopir menjemputmu."Saat naik mobil, ada panggilan telepon dari sebuah nomor tak dikenal.Instingku bilang itu Ervando, langsung kututup.Telepon lagi, tutup lagi.Akhirnya langsung kublokir.Hanya saja tak k

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status