Keesokan harinya, atmosfer hangat dari jamuan makan malam bersama Permana masih menyelimuti kediaman Azura dan Anggun. Namun, di sudut kota yang lain, kepanikan yang luar biasa sedang membakar habis kewarasan Dewi.Di dalam kamar hotel mewah tempat ia menginap sementara waktu untuk menghindari Permana, Dewi mondar-mandir dengan napas memburu. Di sofa depan tempat tidurnya, Erika duduk dengan wajah yang sama pucatnya. Informasi yang baru saja mereka terima dari salah satu orang dalam di rumah utama keluarga Permana benar-benar meruntuhkan sisa-sisa pertahanan mereka."Kamu bilang apa, Erika?! Mas Permana mendatangi rumah anak haram itu sendirian?!" Suara Dewi meninggi, melengking panik, merusak wibawa glamornya yang biasa."Iya, Tante! Dan yang lebih buruk, orang rumah bilang Om Permana pulang dari sana dengan wajah yang sangat tenang, bahkan tersenyum!" Erika mengepalkan jemarinya frustrasi."Tante tahu artinya, kan? Perempuan bernama Anggun itu pasti sudah memengaruhi Om Permana! Log
Read more