Anggun buru-buru bangkit dan mencari pakaiannya selagi pemuda itu masih terpejam. Namun, ketika telah sepenuhnya berhasil memakai kembali semua pakaian, Anggun justru dikagetkan dengan suara berat yang muncul. “Berisik sekali!” Sontak Anggun menoleh dan mendapati pemuda itu telah membuka mata. Tatapannya tajam mengintimidasi, rambut berantakan, wajahnya masih kusut khas bangun tidur, tapi dahinya sedikit berkerut. “Masuk kamarku sembarangan, lalu sekarang mengganggu tidurku,” gumam pemuda itu sambil berdecak kesal. Anggun membelalakkan matanya. Apa maksudnya? Selama ini ia menjaga diri. Bukan karena suci atau kolot, tapi karena pilihan. Sebab, ia tahu batasnya sendiri. Dan pagi ini, batas itu terasa seperti diinjak lalu ditinggalkan begitu saja. Dadanya naik turun cepat. Amarah yang semula tertahan kini mendesak keluar, karena tuduhan pemuda itu. “Apa?” suara Anggun meninggi, pecah sebelum sempat disaring akal sehat. “Kamarmu?” Ia membelalakkan mata, lalu dengan tangan gemetar
Last Updated : 2025-12-19 Read more