Bola mata Audrey terbelalak tidak percaya. Dia berdiri dengan tubuh tegang tapi otak membeku. Kakinya berhenti di depan pintu sebuah bangunan dengan plakat tertulis Gedung Tulip lumayan besar.Bukan namanya yang membuat Audrey tertegun. Tapi keterangan di bawahnya. "Gedung khusus pasien kanker," gumam Audrey dengan jantung merasa tidak nyaman."Jadi pacarnya sakit kanker?" Tanya Audrey pada dirinya sendiri."Nona ingin menjenguk seseorang?" Satu perawat melihat Audrey berdiri cukup lama di depan pintu, lantas dia bertanya."Em, cuma mau tahu, siapa yang suka dijenguk Zhang Yuan.""Oh, Nona Lusi namanya. Nona ingin masuk juga, dia ada di lantai tiga. Ruangan nomor lima.""Aku akan naik sebentar lagi," balas Audrey dengan dada berdebar kencang."Lusy, namanya cantik sekali. Orangnya pasti cantik dan Yuan pasti mencintainya," batin Audrey dengan hati terasa perih. Tidak tahu kenapa.Melihat wajah Audrey muram, sang perawat lantas kembali bicara. "Nona Lusi kasihan sekali.""Kenapa? Apa
Read more